Sistem Sekularisme Melahirkan Ulama Suu'

TintaSiyasi.com -- Sebelum saya menjabarkan tulisan ini, saya akan mengucapkan terlebih dahulu naudzubillah, tsumma naudzubillah. Mungkin kata inilah yang paling tepat untuk diucapkan, kecuali menjulukinya sebagai ulama suu'.

Seorang Profesor, yang mendapat sebutan Buya telah mampu mencabik‐cabik, meluluh‐lantakkan, menghancurkan pondasi agama, akidah umat Islam dengan paham moderasi beragama. Dalam banyak ceramah yang dia katakan bahwa, di dunia ini tak ada yang sempurna, bahkan Islam pun belum sempurna, hingga suatu saat ada risalah baru yang akan berusaha menyempurnakannya. Tidak hanya sampai di situ, hal lain juga dia katakan bahwa hadis "Man kaana aakhiruhu kalaamihi la ilaaha illa Allah dakhala al jannah", itu tertolak. Mana ada hanya sekadar ucapan itu orang bisa masuk surga? Memangnya film aladin? Kalimat itu maknanya adalah persatuan. Jadi hanya orang orang yang menjaga persatuan saja yang berhak ke syurga. Kemudian berlanjut dia mengatakan bahwa Khadijah pada saat wahyu diturunkan buru-buru tanya ke Waraqah, seorang pendeta. Ini artinya ada rahasia yang sengaja disembunyikan terkait apa sebenarnya agama Khadijah? Oleh karena itu, tidak usah takut untuk murtad, daripada tidak pernah yakin tentang kebenaran agamanya.

Saat ini umat terancam dalam bahaya akidah yang luar biasa. Sistem sekuler kapitalistik liberalis biangnya. Bersumber dari picik keji akal manusia. Mampu menyingkirkan kebenaran wahyu, karena nafsu dunia.

Akidah yang paling keliru adalah yang memakai logika untuk membantah ayat-ayat Allah, sedangkan pemahaman yang benar adalah yang mengikuti akidah yang diajarkan oleh Nabi Muhammad, pemahaman para sahabat, tabi'in dan tabiut tabi'in. Sehingga tidak berusaha untuk menolak ayat-ayat Allah.

Sumber ilmu umat Islam adalah Al-Qur'an dan As-Sunnah. Apapun akidah dan amalannya mereka mengaku berdasarkan Al-Qur'an dan As-Sunnah, dan semua kelompok umat Islam mengaku ahlusunah wal jamaah, tidak ada satu pun yang mengakui dirinya sebagai ahlul bid'ah berjamaah. Cuma masalahnya mengapa umat Islam berselisih pendapat sampai setiap hari berdebat hingga umat Islam menjadi terpecah-belah.

Penyebab utama perselisihan pendapat adalah pemahaman yang berbeda. Dalam berbeda pendapat ada yang mengembalikan perbedaan itu kepada Al-Qur'an dan As-Sunnah ada juga yang mengembalikan perbedaan pada akal akalan yang ngawurisasi sesuai nafsu duniawi.

Kita harus membuka mata bahwa propaganda ini merupakan strategi Barat untuk melemahkan umat, demi meraih target menjauhkan umat Islam dari aqlkidah Islam, mereka melakukan strategi antara lain:

Pertama. Dekonstruksi tafsir dan fiqih agama serta merekontruksikannya sesuai pemahaman moderat.
Kedua. Merekrut toko tokoh agama Islam sebagai corong
Ketiga. Pengopinian moderasi beragama melalui media, terutama media online.
Keempat. Memasukkan moderasi beragama dalam kurikulum pendidikan.
Kelima. Menggunakan penguasa sebagai alat.
Keenam. Memanfaatkan pusat penelitian dan studi tentang Islam sebagai sumber Informasi terutama bagi para pengambil keputusan dan kebijakan.

Untuk memasukkan paham Moderat kedalam Islam, dilakukan upaya untuk mendekonstruksi pemahaman yang mapan melalui metode penafsiran dan istilah hukum dalam Islam moderat. Penafsiran para ulama Salaf dilabeli kaku, absolut, diskriminatif bias gender dan sebagainya. Kemudian mereka ganti dengan membuat metode penafsiran dan ijtihad yang lebih fleksibel dalam arti bisa disesuaikan dengan perkembangan zaman dan nilai nilai yang mereka emban seperti keadilan, persamaan, toleransi dan nondiskriminatif. Syariat hanya berfungsi sebagai panduan moral dan etika.

Islam moderat hakikatnya adalah bagian dari perang ide (War of Ideas). Perang ide ini difokuskan pada dukungan terhadap partner yang bertindak sebagai corong beserta program kerjanya. Beberapa kalangan yang dianggap potensial sebagai partner adalah intelektual dan akademisi muslim yang liberal dan sekuler, ulama yang moderat.

Apakah umat Islam peka melihat apa yang terjadi di negeri ini? Ya, yang Buya sampaikan hanyalah untuk penderasan moderasi beragama yang sejatinya mencampur adukkan Islam kaffah agar umat jauh dari agamanya.

Sadarilah wahai saudaraku, karakter Muslim moderat yang Barat kehendaki adalah orang yang bisa menyebarkan budaya universal (Barat) yakni mendukung demokrasi, mengakui HAM, kesetaraan gender serta kebebasan beragama serta menentang terorisme dan kekerasan sesuai tafsiran Barat. Duta yang hendak Barat wujudkan ialah mereka yang menolak pemberlakuan hukum Islam, toleransi terhadap penyimpangan akidah, tidak mendiskriminasi pelaku maksiat, membenarkan ide pluralisme dan menentang Islam politik.

Hendaknya kaum Muslim harus bersikap kritis jangan apatis. Langkah untuk menangkal paham moderasi ini kita hendaknya melakukan beberapa hal:

Pertama. Menghujamkan keimanan Islam pada dirinya, Islam adalah agama yang paripurna, mengatur segala perkara dunia dan akhirat bukan sekedar spiritual. Tidak ada Agama serta sistem kehidupan yang terbaik kecuali Islam.

Allah SWT berfirman: "Dan barang siapa mencari Agama selain Islam, dia tidak akan diterima, dan diakhirat dia termasuk orang yang rugi." (QS. Ali Imron : 85).

Kedua. Kita harus mengkaji Islam sebagai Ideologi, bukan sekedar ilmu pengetahuan. Wajib bagi kita terikat dengan syariat Islam. Muslim harus menilai baik buruk, serta benar salah berdasarkan ajaran Islam.

Ketiga. Senantiasa memiliki sikap yang berpihak pada Islam bukan netral apalagi oportunis demi mendapatkan keuntungan duniawi. muslim harus teguh pada Islam sebagai Ideologinya.

Keempat. Muslim harus terlibat dalam dakwah Islam kaffah, keteguhan seorang muslim hingga mereka layak mendapatkan pertolongan dari Allah SWT.

Rasulullah SAW bersabda,

بَادِرُوا بِالأَعْمَالِ فِتَنًا كَقِطَعِ اللَّيْلِ الْمُظْلِمِ يُصْبِحُ الرَّجُلُ مُؤْمِنًا وَيُمْسِى كَافِرًا أَوْ يُمْسِى مُؤْمِنًا وَيُصْبِحُ كَافِرًا يَبِيعُ دِينَهُ بِعَرَضٍ مِنَ الدُّنْيَا

Bersegeralah melakukan amalan shalih sebelum datang fitnah (musibah) seperti potongan malam yang gelap, yaitu seseorang pada waktu pagi dalam keadaan beriman dan di sore hari dalam keadaan kafir. Ada pula yang sore hari dalam keadaan beriman dan di pagi hari dalam keadaan kafir. Ia menjual agamanya karena sedikit dari keuntungan dunia.” (HR. Muslim).

Allah SWT berfirman: "Dan hendaklah kamu memutuskan perkara di antara mereka (manusia) menurut apa yang diturunkan Allah, dan janganlah kamu mengikuti hawa nafsu mereka, dan berhati-hatilah kamu terhadap mereka, supaya mereka tidak memalingkan kamu dari sebahagian apa yang telah diturunkan Allah kepadamu. Jika mereka berpaling (dari hukum yang telah diturunkan Allah), maka ketahuilah bahwa sesungguhnya Allah menghendaki akan menimpakan mushibah kepada mereka disebabkan sebahagian dosa-dosa mereka, dan sesungguhnya kebanyakan manusia adalah orang-orang yang fasik." (QS. Al-Maidah : 49). []


Oleh: Yenni W
Sahabat TintaSiyasi

Posting Komentar

0 Komentar