Permendikbud Ristek 30, Kiai Nazar: Ini Adalah Memasukkan Unsur Racun dalam Aturan


TintaSiyasi.com-- Menanggapi Peraturan Menteri Pendidikan, Kebudayaan Riset, dan Teknologi (Permendikbud Ristek) no 30 tahun 2021, Ketua Majelis Ormas Islam K.H. Nazar Haris, M.B.A., menuturkan, ini adalah memasukkan unsur racun dalam aturan.

“Kemendikbud (Ristek) ini memasukkan unsur racun ke dalam aturan untuk mengatur kampus-kampus kita," ujarnya dalam Insight ke-99 PKAD: Permendikbud Ristek Legalkan Seks Bebas, Ormas Menolak? Rabu (10/11/2021), di YouTube Pusat Kajian Analisis Data.

Menurutnya, ada satu desain dari pola untuk melakukan aturan-aturan yang tidak sesuai dengan norma-norma pancasila. “Tidak sesuai dengan norma ketimuran, tidak sesuai dengan nilai-nilai agama yang dianut di negeri ini dan sejumlah hal lain yang bikin repot kita semua," paparnya. 

Ia melihat, bahwa permasalahan generasi ini adalah perkara yang penting. "Pentingnya adalah kita menyiapkan generasi itu mau di-setting seperti apa?" tanya dia.

"Kalau di-setting sebagai generasi yang amburadul, beberapa tahun ke depan akan menuai hasil du luar prediksi," lanjutnya.

Ia mengungkapkan, Permendikbud Ristek ini dipermasalahkan karena, secara kronologis ide-ide yang disampaikan sudah pernah dikemukakan dalam Rancangan Undang-Undang Penghapusan Kekerasan Seksual tahun lalu. “Tiba-tiba ada peraturan ini keluar yang senafas dengan nilai Rancangan Undang-Undang itu,” jelasnya. 

Ia menambahkan, Rancangan Undang-Undang ini mempunyai ruh yang sama dengan Permendikbud yaitu memasuki konsep konsensus antar pihak. “Jadi suatu perbuatan apakah terkait dengan hubungan seksual atau perilaku seksual atau lebih luas lagi kepada perilaku gender didasarkan pada nilai persetujuan,” bebernya. 

Kalau tanpa persetujuan, tambahnya lagi, dianggap sebagai kekerasan, pelanggaran tetapi kalau sudah mendapat persetujuan dianggap sesuatu yang legal. “Termasuk pada sikap perzinaan dengan persyaratan konsensus,” pungkasnya. [] Mariyam Sundari

Posting Komentar

0 Komentar