Perang Besar 10 November, Script Writer JKDN 2: Terinspirasi Spirit Perjuangan Islam


TintaSiyasi.com-- Mengenang peristiwa 10 November di Surabaya yang diperingati sebagai Hari Pahlawan, Script Writer Jejak Khilafah di Nusantara II (JKDN 2) Nur Fajarudin mengatakan, hal itu karena terinspirasi spirit perjuangan Islam.

“Ekspedisi jihad fisabilillah di Nusantara terinspirasi spirit perjuangan Islam, termasuk pertempuran terbesar di Indonesia bahkan ini dicatat sebagai tiga pertempuran terdahsyat di dunia, yaitu pertempuran di Surabaya, sangat diinspirasi oleh resolusi jihad yang dikumandangkan oleh Hadaratus Syekh K.H. Hasyim Asy'ari dan para ulama dari Jawa dan Madura waktu itu,” ungkapnya dalam Talkshow Sejarah: Mengungkap Akar Sejarah Perjuangan Bangsa yang terkubur! Ahad (14/11/2021) di Pusat Kajian dan Analisis Data Channel.

Ia mengatakan, spirit Islam ini sangat menarik, bahkan ada seorang sejarawan dari Universitas Yale Amerika Kevin W. Fogg menulis disertasinya dengan judul yang sangat gamblang yang dibukukan dan diterbitkan di Indonesia yaitu 'Spirit Islam dalam Revolusi Indonesia.'

“Kevin W. Foog mengungkapkan bahwa tidak akan ada perjuangan dan perlawanan terhadap kolonial Belanda yang datang kembali ke Indonesia waktu itu, andaikan tidak ada spirit Islam,” imbuhnya.

Ia juga menegaskan, meneliti bukan hanya di Jawa, Sumatera, Kalimantan, Nusa Tenggara, Sulawesi. Bahkan, di Indonesia bagian timur juga spiritnya Islam. Ia menjelaskan, spirit Islam ini sangat menjiwai bangsa ini untuk melawan penjajah. 

“Sebagaimana ungkapan dari Sayyidina Ali, kalau mau saja orang beriman tidak akan mengangkat senjata kepada mereka yang berbeda keyakinan. Tapi, orang beriman itu pasti akan mengangkat senjata kepada setiap bentuk-bentuk kezaliman termasuk penjajahan,” jelasnya.

Selaras dengan apa yang disampaikan Sa'ad bin Abi Waqqas pada penguasa Persia, ia mengatakan, kaum Muslim adalah umat yang dibangkitkan oleh Allah SWT untuk membebaskan manusia dari penjajahan manusia lainnya menuju hanya penghambaan kepada Allah SWT.

"Membebaskan manusia dari kesempitan dunia menuju luasnya akhirat dan membebaskan manusia dari kezaliman agama atau aturan yang dibuat manusia hanya menuju kehadiran Islam," pungkasnya.[] Wiji Lestari

Posting Komentar

0 Komentar