Peneliti Lanskap: Miris! Zamrud Khatulistiwa, tapi Utang Bertumpuk


TintaSiyasi.com-- Peneliti Lanskap Ainul Mizan miris, negeri zamrud khatulistiwa utangnya menumpuk. "Ini menjadi hal yang miris, kok bisa sebuah negeri yang disebut dengan zamrud khatulistwa. Kemudian dari segi kekayaan alam dan sumber daya melimpah, tapi lantas utangnya bertumpuk," tuturnya dalam Insight ke-97 PKAD: Siapakah Bapak Pengutangan Indonesia, Jumat (5/11/21) di YouTube Pusat Kajian dan Analisis Data.

Menurutnya, utang Indonesia dalam satu tahun terakhir pada bulan Oktober 2021 ini mengalami penambahan sebesar 550,6 triliun. Katanya, alasan negara berutang, karena dalam rangka untuk memenuhi kebutuhan belanja negara. 

"Negara beralasan berutang karena untuk memenuhi kebutuhan belanja negara terkait dengan pendidikan, pemulihan ekonomi apalagi di masa pandemi, di samping minimnya pemasukan negara dari pajak sehingga utang itu menjadi sumber kedua setelah pajak," kata Ainul. 

Kemudian Ainul menyatakan, negara sekaya Indonesia tidak pantas, jika utangnya menumpuk. Bahkan, menurut catatan Bank Dunia, Indonesia berada pada peringkat ke-tujuh sebagai negara pengutang terbesar. 

Lalu Ainul menyampaikan, agar Indonesia terlepas dari jeratan utang, maka Indonesia harus bercermin pada Uni Soviet yang tidak mau menerima bantuan dari Amerika serikat, karena Uni Soviet mengetahui kalau utang itu akan menjerat dan melemahkan ideologinya, seperti apa yang dialami oleh Jerman Barat. 

Oleh karena itu, menurut Ainul, Indonesia sebagai negeri yang mayoritas beragama Islam, harus percaya dengan ideologi Islam dan mengambilnya sebagai ideologi yang mengatur kebijakan negara. 

"Mengambil Islam tidak hanya sebagai agama ritual tapi juga sebagai Ideologi, ini yang utama," tutupnya.[] HN/Munamah

Posting Komentar

0 Komentar