Momen Sumpah Pemuda, Saatnya Kembali pada Sistem Islam

TintaSiyasi.com -- Belakangan momen tanggal 28 Oktober selalu diperingati dengan sejarah yaitu hari Sumpah Pemuda, yang mulanya dicetuskan oleh para pemuda dari seluruh penjuru tanah air. Awalnya mereka berkumpul dan berikrar satu nusa, satu bangsa, dan satu bahasa. Pertemuan para pemuda kala itu menghidupkan semangat tanpa batas. Dan sampai sekarang diperingatilah hari sumpah pemuda yang bertepatan tanggal 28 Oktober. Maka dalam momen tersebut, diberbagai daerah banyak para pemuda baik dalam kalangan pelajar maupun bukan, mereka tak luput memperingati hari sumpah pemuda, termasuk salah satunya di kota Sumedang. 

Seperti yang disampaikan radarsumedang.id, Politisi senior PKS Drg. H. Rahmat Juliadi, M.Kes yang juga pimpinan Pansus Raperda kepemudaan ini mengatakan, momentum peringatan Hari Sumpah Pemuda yang ke-93 Tahun 2021 di kabupaten Sumedang menjadi kado spesial yang diberikan bagi pemuda yakni disahkannya raperda kepemudaan menjadi Perda pada bulan Juni yang lalu setelah beberapa tahun tertunda pembahasannya. 

“Perda tentang Kepemudaan adalah langkah maju untuk kemajuan pemuda Kabupaten Sumedang dalam mewujudkan Sumedang sebagai kabupaten layak pemuda,” ujar Rahmat. Dia mengatakan dengan Perda kepemudaan kedepan pemerintah daerah melalui Disparbudpora dan para stakeholder harus fokus mendorong terwujudnya Kabupaten Sumedang sebagai kabupaten layak pemuda.

Keberadaan perda kepemudaan ini menjadi salah satu indikator penilaian untuk menjadi kabupaten layak pemuda, sehingga Disparbudpora dan dinas lainnya yang terkait tinggal menggerakan indikator-indikator lainnya, seperti organisasi, mendorong usaha kepemudaan agar muncul dan mandiri serta yang lainnya,” kata Rahmat. Selain itu Rahmat pun mengatakan bahwa Perda Kepemudaan ini menjadi bukti komitmen dan dukungan DPRD Kabupaten Sumedang terhadap perkembangan kepemudaan di Kabupaten Sumedang.

“Perda tentang kepemudaan merupakan landasan hukum yang harus dilaksanakan dan dijalankan oleh pemda sumedang. Namun yang utama adalah semangatnya,” ujar Rahmat. Dia mengatakan bahwa perda ini bertujuan untuk membentuk pemuda yang berkepribadian sehat, cerdas, kreatif, inovatif, mandiri, demokratis, bertanggung jawab, berdaya saing serta memiliki jiwa kepemimpinan, kewirausahaan, kepeloporan dan kebangsaan. “Satu hal terpenting Perda ini telah mengamanatkan kepada Pemda Sumedang untuk memberikan dukungan terhadap pembangunan dan ketersediaan sarana kreativitas pemuda di Kabupaten Sumedang,” jelasnya. Kepada para pemuda dan elemen kepemudaan, Rahmat mengajak untuk bersama-sama berlari menjemput masa depan. Pemuda menurutnya, harus menjadi bagian dari jawaban dan bukan terjebak dalam persoalan-persoalan, mempersiapkan diri untuk menghadapi persaingan, baik nasional maupun global.

Apa yang disampaikan bapak politisi tadi terkait akan diadakan perda tentang kepemudaan, memang memiliki tujuan yang bagus seperti yang disampaikan tadi, Tapi tidak bisa lepas juga dengan adanya perda tidak bisa menjamin bahwa akan membentuk pemuda untuk berkepribadian sehat, faktanya di sistem ekonomi kapitalisme masih banyak pemuda yang lalai akan tanggung jawab, tak sedikit yang membuat keributan, tawuran, minum minuman keras, dan sebagainya. Bisa dilihat bahwa pemuda di sistem kufur ini hanya memikirkan kesenangan dan dunia, tanpa memperhitungkan tujuan dan bekal untuk akhirat.

Pemuda saat ini hanya ditekan dengan slogan 'Pemuda adalah harapan bangsa', seperti sering kita dengar, termasuk 'pemuda adalah tulang punggung bangsa', 'pemuda hari ini adalah pemimpin di hari esok'. Adagium itu sering dijadikan jargon tatkala menyebut sekelompok masyarakat yang dinamakan pemuda. Tidak berlebihan, mengingat begitu pentingnya eksistensi pemuda di tengah masyarakat. 

Di dalam Islam pemuda diibaratkan sebagai ujung tombak. Bahkan Allah SWT pun memberikan pembicaraan khusus terhadap pemuda, sebagaimana termaktub di dalam Al-Qur’an surat Al-Kahfi ayat 13, “Kami kisahkan kepadamu (Muhammad) cerita ini dengan benar. Sesungguhnya mereka adalah pemuda yang beriman kepada Tuhan mereka, dan kami tambah pula untuk mereka petunjuk”. Dengan demikian pemuda yang sebenarnya yaitu pemuda yang beriman kepada Tuhan yaitu Allah SWT dan menjauhi larangannya.

Berbeda dengan pemuda saat ini di sistem kapitalisme, masih banyak yang tidak peduli dengan berbagai problem dan permasalahan yang ada di tengah masyarakat, pemuda hanya diam ketika banyak kebijakan yang menzalimi rakyat, seolah-olah pemuda saat ini hanya dituntut untuk berorganisasi dan kreatif untuk menciptakan kewirausahaan.

Padahal harus kita ketahui, bahwa pemuda Indonesia ini dahulu pun tidak dapat dipisahkan dari pemuda yang berkepribadian Islam. Sebagai penduduk dengan mayoritas Muslim, maka pemuda Indonesia adalah pemuda Islam. Membangun pemuda Islam adalah membangun pemuda Indonesia, kebangkitan pemuda Indonesia adalah kebangkitan pemuda Islam. Sumpah pemuda tak bisa lepas dari gerakan kebangkitan  Islam di Nusantara. Sumpah pemuda diawali dengan berdirinya ormas-ormas Islam modern; SDI, SI, Jami’atul Khair, Al-Irsyad, Muhammadiyah, Persis, Nahdhatul Ulama, dan lainnya. Sumpah pemuda terinspirasi dari semangat kebangsaan dan kemerdekan yang diusung oleh gerakan-gerakan Islam tersebut.

Di sinilah tampak jelas peran besar agama dan sistem Islam. Sebagai petunjuk yang diturunkan oleh Allah SWT kepada umat manusia, Islam dapat menjadi pedoman untuk kebaikan dan permasalahan hidup manusia, baik di dunia maupun akhirat. Banyak ayat Al-Qur’an dan hadis Rasulullah SAW yang mengajarkan agar membina dan mengarahkan para pemuda kepada kebaikan. Karena jika mereka baik, maka bangsa dan umat ini akan memiliki masa depan yang cerah, serta generasi tua pun akan digantikan dengan generasi yang sholeh.

Dalam Al-Qur’an surat An-Nur ayat 55, Allah SWT telah menjanjikan bahwa bumi akan diwariskan kepada orang-orang yang telah Allah teguhkan dalam diri mereka agama yang diridhai yakni Islam.  Hal itu menunjukan betapa pentingnya menjadi pemuda shalih agar dapat mewarisi dan mengelola bumi sehingga menjadi rahmatan lil ‘alamain dan baldatun thayyibatun wa rabbun ghafur.

Balik lagi tadi masa muda merupakan masa sempurnanya pertumbuhan fisik dan kekuatan seorang manusia. Masa tersebut merupakan nikmat besar pemberian Allah SWT yang akan dimintai pertanggungjawaban kelak. Karenanya, gunakanlah masa muda guna meraih ridha Allah SWT dalam segala aspek salah satunya tadi menerapkan syariah aturan Islam dalam kehidupan.

Para pemuda adalah sekelompok elit yang selalu membuat sensasi dan gebrakan serta perubahan yang menggemparkan. Bahkan, para pemudalah yang selalu ditakuti oleh para penguasa. Perjalanan sejarah bangsa Indonesia membuktikan, betapa pemuda menjadi tonggak penentu perjuangan. Sudah saatnya para pemuda mengembalikan kebangkitan Islam dan menegakan kembali kehidupan beragama di bawah sistem khilafah ala minhaj nubuwwah, yang dengannya pemuda akan lebih berdaya. Wallahu a'lam bishshawab. []


Oleh: Wina Apriani
Sahabat TintaSiyasi

Posting Komentar

0 Komentar