Kiai Shiddiq al-Jawi: Autopsi Haram untuk Mayat Muslim, Boleh untuk Mayat Kafir


TintaSiyasi.com -- Ahli Fiqih Islam Kiai Muhammad Shiddiq al-Jawi menjelaskan hukum autopsi dalam pandangan syariah Islam adalah haram jika mayatnya Muslim, sedangkan jika mayatnya non-Muslim (kafir) hukumnya boleh.

"Autopsi hukumnya haram, jika mayatnya Muslim. Sedangkan jika mayatnya non-Muslim (kafir) hukumnya boleh," bebernya dalam acara Kajian Soal Jawab Fiqih Hukum Autopsi di YouTube Ngaji Shubuh, Kamis (18/11/2021).

Kiai Shiddiq mengutip sabda Nabi yang diriwayatkan oleh Imam Ahmad,“Sesungguhnya memecahkan tulang seorang Mukmin yang dalam keadaan meninggal dunia, adalah semisal memecahkan tulang itu dalam keadaan dia hidup”.

"Pada hadis ini disebutkan bahwa memecahkan tulang Mukmin, dalam keadaan sudah mati itu seperti memecahkan tulang dia dalam keadaan hidup. Berarti kalau tulang kafir bagaimana?" tanyanya.

Kiai Shiddiq menjelaskan, perkara tersebut bisa diambil mafhum mukhalafah atau pengertian sebaliknya. "Yaitu kalau yang kafir itu boleh," jawabnya.

Kiai Shiddiq memaparkan bahwa sebenarnya ada dua pendapat tentang hukum autopsi. "Jikalau kita mengkaji kitab-kitab fiqih, ada dua pendapat. Pertama, pendapat yang membolehkan. Kedua, pendapat yang mengharamkan," ujarnya.

Kiai Shiddiq mengatakan, "Alasan dari pendapat yang membolehkan autopsi, karena autopsi dapat mewujudkan kemaslahatan."

Dijelaskan pula bahwa pendapat yang mengharamkan autopsi, karena melanggar kehormatan mayat, sebagaimana hadis yang telah dipaparkan diatas.

"Dalam kajian saya, pendapat yang terkuat atau rajih adalah pendapat yang mengharamkan autopsi untuk mayat Muslim (Mukmin)," pungkasnya.[] Heni Trinawati

Posting Komentar

0 Komentar