Kiai Labib: Allah Menciptakan Manusia dengan Tujuan untuk Beribadah Kepada-Nya


TintaSiyasi.com -- Ulama Ahli Tafsir K.H. Rohmat S. Labib menerangkan bahwa Allah SWT menciptakan manusia dengan tujuan untuk beribadah kepada-Nya.

“Allah SWT menciptakan manusia dengan tujuan yang sangat jelas, yakni untuk beribadah kepada-Nya,” ungkapnya di YouTube Khilafah Channel, Jum’at (19/07/2019).

Kiai Labib kemudian membacakan Al Qur’an surah Al-Mukminun ayat 115 yang berbunyi:

اَفَحَسِبْتُمْ اَنَّمَا خَلَقْنٰكُمْ عَبَثًا وَّاَنَّكُمْ اِلَيْنَا لَا تُرْجَعُوْنَ

Artinya: “Maka apakah kamu mengira, Kami menciptakan kamu dengan main-main (sia-sia, tanpa ada maksud) dan bahwa kamu tidak akan dikembalikan kepada Kami?”

Ia memaparkan bahwa ayat tersebut memang berupa pertanyaan, namun sesungguhnya berisi teguran atau celaan. "Allah SWT mencela orang-orang yang menganggap bahwa Allah menciptakan manusia dengan sia-sia, tanpa maksud yang jelas. Mereka menganggap manusia diciptakan sebagaimana hewan diciptakan, tidak ada perintah dan larangan untuknya," paparnya. 

Kiai menerangkan, dengan pemahaman itu, mereka menganggap bisa hidup bebas tanpa terikat aturan sebagaimana hewan. Bebas makan, minum, tidur, dan mengumbar syahwatnya. 

“Padahal, sesungguhnya yang terjadi adalah sebaliknya. Allah SWT menciptakan manusia dengan tujuan yang sangat jelas, yakni untuk beribadah kepada-Nya," terangnya.

Kembali lagi ia membacakan Al-Qur'an surah Adz-Dzariyat ayat 56:

وَمَا خَلَقْتُ الْجِنَّ وَالْاِنْسَ اِلَّا لِيَعْبُدُوْنِ                                                                                    
Dan tidaklah Aku ciptakan jin dan manusia melainkan untuk beribadah kepada-Ku

"Yang artinya, Allah SWT akan memberikan perintah, memberikan larangan, memberikan syariah-Nya, yang dengan begitulah manusia beribadah kepada Allah SWT,” tuturnya.

Kiai menjelaskan lanjutan ayat tersebut, di sana Allah SWT menegur orang-orang yang menganggap bahwa mati adalah akhir dari segalanya. "Mereka menganggap seolah-olah dengan mati, maka berakhir urusannya. Padahal, justru setelah mati Allah akan bangkitkan semua manusia, untuk diadili atas perbuatan yang dilakukannya di dunia," jelasnya. 

”Di sinilah Allah SWT menunjukkan keadilannya. Apa yang dikerjakan oleh manusia itu ketika belum mendapatkan balasan di dunia, pasti akan mendapatkan balasan di akhirat,” ujarnya. 

Ia menegaskan, jika di dunia para pelaku maksiat seperti pezina, perampok, koruptor, dan seterusnya bisa saja lolos dari hukuman. Namun, mereka tidak akan lolos dari hukuman akhirat. "Begitu pula orang-orang yang saat di dunia menganggap syariat Allah sebagai sesuatu yang mengancam, lalu mereka memusuhinya, mereka akan diadili dengan syariat Allah tersebut," tegasnya.

"Sebaliknya, orang-orang yang taat kepada Allah SWT, sabar, syukur, kadang hidupnya sengsara. Tapi, kelak di akhirat, mereka pasti akan memetik balasan berupa kenikmatan akhirat," katanya.

Ia meyakinkan bahwa kaum beriman tersebut akan mendapat anugerah bahkan jauh lebih besar dari kebaikan yang telah mereka perbuat. Pada hari kiamat nanti, tak satupun jiwa manusia terzalimi.

“Jangan pernah terbesit dalam pikiran kita, boleh melakukan apa saja yang kita kehendaki. Tapi harus ditancapkan dalam dada kita,  kita hidup harus tunduk dan patuh kepada syariat yang Allah buat, karena kita pasti mati dan akan diadili oleh Allah SWT dengan syariat yang Allah turunkan sekarang ini,” pungkasnya.[] Binti Muzayyanah

Posting Komentar

0 Komentar