Ketua IDI Kalsel Tanggapi Permenkes Nomor 52 Tahun 2016


TintaSiyasi.com-- Menanggapi Peraturan Kementerian Kesehatan (Permenkes) Nomor 52 Tahun 2016, Ketua Ikatan Dokter Indonesia Kalimantan Selatan Dr. dr. HM Rudiansyah, M.Kes., SpPD., KGH, FINASIM mengatakan, itu merupakan ketimpangan.

"Terkait pembatasan kapitasi tiap faskes (fasilitas kesehatan) yang tidak sesuai dengan kemampuan, dan adanya kebijakan untuk pihak swasta yang dokternya harus stand by, ini merupakan ketimpangan. Sehingga pemerintah dan organisasi profesi ini butuh duduk bersama untuk membuat aturan agar tidak terjadi ketimpangan," katanya dalam Insight ke-100 Pusat Kajian Dan Analisis Data: Pemenkes No 52 Tahun 2016, Nakes Sejahtera Atau Sengsara? Jumat (12/11/2021) di YouTube Pusat Kajian dan Analisis Data.

Menurutnya, seharusnya pemerintah membuat aturan yang sama-sama nyaman. "Maunya win win solution," ujarnya.

dr. Rudiansyah menyampaikan kondisi di lapangan ketika sebelum Badan Penyelenggaraan Jaminan Sosial (BPJS) dan setelahnya. "Ada perbedaan pemikiran antara asuransi kesehatan (askes) dengan BPJS. Askes walaupun BUMN (Badan Umum Milik Negara) tetep berpikir mencari untung, sedangkan BPJS tidak, sehingga harus mengurangi pengeluaran. Walaupun jumlah kapitasi BPJS lebih besar, akan tetapi dari sisi penyediaan obat-obatan tidak bisa melayani obat yang tidak ada di dalaam paket," bebernya.

Menurutnya, ada beberapa catatan dari kebijakan BPJS terkait dengan tingkatan faskes. Ia memaparkan bahwa Rumah Sakit A yang merupakan merupakan rujukan terakhir pelayananya belum sesuai dengan faskes 3. 

“Pasalnya, perhitungan paket tidak sesuai. Ada yang terlalu tinggi dan ada yang terlalu rendah. Akibatnya biaya yang harus dikeluarkan besar tapi dihitung sedikit. Sehingga terjadi pembengkakan biaya. BPJS pernah jebol 9 milyar,” tambahnya.

"IDI pun membuat penyikapan terkait PMK 52 ini dengan membentuk badan otonom terkait biaya yang pantas untuk diberikan kepada dokter kemudian dimajukan kepada Kemenkes," pungkasnya.[] HN/Ika Mawarningtyas

Posting Komentar

0 Komentar