Kapankah Waktu buat Istirahat?

TintaSiyasi.com -- Guys, pernah tidak sih kita berada di satu titik dimana kita itu merasakan letih, bosan dan ingin sekali rasanya untuk beristirahat sejenak?

Hmm, pasti pernah ya. Satu titik kita sudah mengerahkan segala usaha berupa tenaga, dan waktu kita terutama dalam menunaikan ibadah dan ketaatan kepada Allah SWT. Menunaikan berbagai peran kehidupan, kewajiban dan amanah yang dititipkan kepada kita. 

Wajar banget sih, guys. Kalau hal ini terjadi pada masing-masing diri kita. Namanya juga manusia bukan robot. Pasti dalam menjalankan lika-liku kehidupannya pasti akan mendapati suatu titik yang mana bikin kita lelah nan capek. Sehingga berkeinginan untuk beristirahat sejenak. Saking beratnya beban yang dipikulnya.

Tapi, dengan kita menyadari posisi kita di dunia ini sebagai hamba Allah yang setiap aktivitasnya harus bernilai ibadah. Maka,  secapek apapun kita, tidak bakalan bikin kita berhenti dan diam di tempat. Sebab, kita paham, guys. Bahwa hidup di dunia hanya sebentar. Cuman dua menit satu detik, kalau dibandingkan dengan waktu akhirat yang selamanya. Masyaallah.

Makanya guys, umat Muslim memang harus tamak dan rakus dengan namanya ibadah. Tidak cepat berpuas diri dalam melakukan suatu amalan shalih. Karena, hanya dengan beribadah kepada Allah lah kita akan mendapat keridhaan-Nya berupa pahala yang begitu luar biasa besarnya. Seperti yang terdapat dalam Al-Qur'an Al Karim, Allah SWT berfirman: "Dan sembahlah Tuhanmu sampai yakin (ajal) datang kepadamu." (QS. Al-Hijr: 99).

Ayat ini seakan-akan memberikan tamparan kepada kita. Dengan memberikan peringatan, Guys. Menunjukkan kepada kita, kalau tiap manusia yang hidup di dunia, wajib beribadah hanya kepada Allah. Tanpa mengenal letih, bosan dan istirahat. Apalagi berhenti, tsumma na'udzubillah.

Kita wajib tabah dan sabar dalam menghadapi berbagai ujian dan cobaan, guys. Sabar dalam menjalankan ketaatan kepada Allah SWT serta sabar dalam menjauhi maksiat kepada-Nya. Hingga kematian menjemput dan memutuskan dari segala kenikmatan dan kelezatan dunia.

Jika kita termasuk orang yang sibuk dengan segala peran, kewajiban dan amanah. Kita harus banyak bersyukur, guys! Selagi semua aktivitas tersebut berjalan dalam rel aturan Allah dan tidak melanggar hukum syara'. 

Sebab, saat ini bisa kita jumpai banyak sekali orang yang sibuk dengan kegiatannya masing-masing. Namun, orang yang tiap harinya sibuk dengan beramal shalih akan sedikit kita temukan. Kebanyakan orang sibuk dengan aktivitas yang hukumnya mubah. Seperti halnya menonton televisi, main game, menonton drakor, nongki-nongki dengan teman-teman di cafe, dan sebagainya. Sebuah aktivitas yang tidak memberikan nilai pahala di sisi Allah. Maka dari itu, jangan sampai aktivitas mubah semacam ini melalaikan kita dari kewajiban kita dan mengenyampingkan hal-hal yang sifatnya sunnah ya, guys!

Nah, Imam Ahmad bin Hambal ra pernah ditanya begini, "Wahai Imam, kapankah waktu istirahat itu?" Kemudian beliau menjawab, "Istirahat yang sesungguhnya ialah pada saat engkau pertama kali menginjakkan kakimu di dalam Surga." Wah, Subhanallah...

Jadi guys, kehidupan dunia bukanlah tempat beristirahat, tetapi tempat buat berkarya dan bekerja serta menabur benih kebaikan. Siapa yang menanam benih kebaikan, maka akan memanen kebaikan. Dan siapa yang menanam benih keburukan, maka akan menuai keburukan pula. Serta siapa yang tidak menanam apa-apa di dunia, maka tidak akan memanen apapun di akhirat. 

Lagi-lagi Allah, mention dalam QS. At-Taubah ayat 38. Allah SWT berfirman, "Apakah kamu lebih menyenangi kehidupan di dunia daripada kehidupan di akhirat? Padahal kenikmatan hidup di dunia ini (dibandingkan dengan kehidupan) di akhirat hanyalah sedikit".

Nah, kalau kita lelah. Pastikan guys, kelelahan itu dalam kesungguhan dan ketabahan beribadah dan berjuang di jalan Allah! Karena sejatinya, dunia itu tempatnya beramal shalih. Menjalani kehidupan dunia tidaklah lama. Iya, hanya dua menit satu detik dari kehidupan akhirat. Makanya guys, bersabarlah dalam menjalankan ibadah dan ketaatan! Sebab, lelahnya kita dari kesabaran tersebut akan berbuah balasan terindah. 

Seperti firman Allah yang satu ini, guys. "Maka Allah melindungi mereka dari kesusahan hari itu, dan memberikan kepada mereka keceriaan dan kegembiraan. Dan Dia memberi balasan kepada mereka karena kesabarannya (berupa) surga dan (pakaian) sutera." (QS. Al-Insan: 11-12).

Berhubung hidup di dunia hanya sebentar, yang kemungkinan hanya 60 tahun. Karena rata-rata umur manusia zaman sekarang 60 tahunan. Maka, akan sayang banget guys, kalau umur yang sedikit ini dipakai untuk santai-santai. Melakukan hal yang biasa.

Pertanyaannya, "Kenapa kita masih santai, masih merasa kayaknya yah hidup ini dinikmatin aja sis!" Karena kita masih berpikir, kita masih memiliki banyak waktu. Padahal, waktu di dunia itu sebentar. Cuman 60 tahun. Nah, karena istirahat yang nikmat itu, memang di surga. Dan definisi istirahat yang nikmat itu adalah ketika kita tuh lelah di jalan dakwah. Lelah dalam beramal shalih. Ketika kita lelah dalam beramal shalih. Maka itulah, istirahat yang nikmat.

So guys, cuy kita gunakan waktu sebaik dan seoptimal mungkin! Menjadi hamba Allah yang terus beribadah kepada-Nya, menjalankan perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya. Teruslah mengkaji ilmu Islam dan terus mendakwahkannya kepada umat. Dan jangan lupa guys, untuk share ilmu dan tulisan ini kepada teman-teman kita. Supaya mereka paham bagaimana memposisikan lelah dan beristirahat. Alhamdulillah, Yassarallahu umurokumWallahu a’lam bishshawab. []


Oleh: Nur Hayati
(Mahasiswa Al-Hikmah Surabaya dan Aktivis Dakwah Remaja)

Posting Komentar

0 Komentar