Kaget Tiga Ulama Ditangkap Dituduh Radikal, Jaringan Santri Nusantara Ungkap Siapa Pembuat Fitnah Itu


TintaSiyasi.com -- Merespons penangkapan ulama atas tuduhan radikal dan teroris, Adam Cholil yang tergabung dalam Jaringan Santri Nusantara mengaku kaget dan menduga, fitnah tersebut hanya dilakukan oleh orang-orang kafir dan munafik. 

"Siapa yang berbuat fitnah? Kalau kita baca di Al-Qur'an itu ada dua, yang pertama adalah orang-orang kafir dan yang kedua adalah orang munafik," katanya dalam Insight ke-103 PKAD: Ulama Ditangkap Dituduh Teroris? Jumat (20/11/2021) di YouTube Pusat Kajian dan Analisis Daya.

"Kenapa saya berkesimpulan begitu? Karena kalau kita membaca sejarah kemudian kalau kita juga membaca tafsir, saya langsung teringat surah Al-Buruj ayat 10. Sesungguhnya orang-orang yang menimpa kan fitnah kepada orang-orang yang beriman baik laki-laki maupun perempuan kemudian mereka tidak bertaubat maka bagi mereka adalah siksa jahanam dan juga siksa api yang membakar," tambahnya.

Ia mengatakan, kekagetannya ketika mendengar penangkapan tiga ulama tersebut, karena tidak seperti biasa. "Pertama kali saya mendengar berita penangkapan para ulama tersebut, membaca di media massa, media online dan juga tersebar di berbagai media sosial. Saya sangat kaget karena ini tidak seperti biasanya,” tuturnya.

Ia menjelaskan, keheranan muncul karena orang-orang yang sebelumnya ditangkap dan dituduh sebagai orang yang terlibat dalam jaringan terorisme itu adalah kebanyakan tokoh-tokoh yang tidak dikenal sebelumnya. 

“Tetapi kalau untuk yang kali ini kita heran karena mereka itu adalah tokoh-tokoh yang selama ini dikenal baik oleh masyarakat. Bahkan salah satu yang ditangkap itu dikabarkan adalah anggota pengurus MUI (Majelis Ulama Indonesia) Pusat di komisi fatwa. Jadi ini bukan main-main," jabarnya.

Menurut Adam, memang wajar kalau kemudian masyarakat bertanya-tanya apa target dari penangkapan ini. "Apakah ini akan terjadi lagi kriminalisasi? Karena tidak bisa dipungkiri masyarakat akan menduga-duga. Mungkin juga ada yang menduga bahwa ini terkait dengan 212 misalkan. Apakah nanti akan diadakan reuni lagi? Karenanya hal ini membuat heran sekali dan sangat kaget," bebernya.

Adam menambahkan, tetapi kekagetan itu sebenarnya hanya secara emosional saja. Ia sadar bahwa ini memang perbuatan orang-orang yang tidak suka dengan Islam, termasuk di sini adalah para ulamanya.[] HN/Ika Mawarningtyas

Posting Komentar

0 Komentar