Geopolitical Institute: Permendikbud Ristek 30 Jelas Berbahaya! Karena Berpotensi Legalkan Seks Bebas dan Penyimpangannya


TintaSiyasi.com -- Geopolitical Institute Adi Victoria, menegaskan potensi bahaya Permendikbud melegalkan seks bebas dan penyimpangan.

“Permendikbud ini jelas berbahaya karena berpotensi melegalkan seks bebas bahkan penyimpangan seksual,” tegasnya dalam Kabar Petang: Permendikbud Kokohkan Budaya Liberal! Jumat (19/11/2021) di kanal Youtube Khilafah News.

Ia menyebutkan, frasa ‘tanpa persetujuan’ dalam peraturan tersebut ditempatkan sebagai penentu suatu tindakan sebagai kekerasan seksual. Ia menambahkan, selama dilakukan dengan consent atau persetujuan, maka hubungan seksual dibenarkan dan merupakan hak warga negara.

Selain itu, Permendikbud juga berpotensi memberikan perlindungan pada penyimpangan perilaku seksual seperti LGBT.  “Siapa pun di lingkungan kampus tidak boleh mengkritisi apalagi melarang kaum LGBT karena hal itu termasuk ujaran kebencian dan diskriminatif yang dikategorikan sebagai kekerasan seksual,” ujarnya.

Ia juga menyebutkan, Satuan Tugas yang diarahkan oleh Permendikbud sebagai unit penanganan kekerasan seksual di kampus berpotensi hanya akan diisi oleh kaum feminis dan liberalis sebagai penafsir tunggal penanganan kekerasan seksual di kampus. 

Ia menjabarkan  salah satu  yaitu Pasal 24 ayat (4) berbunyi: Anggota panitia seleksi sebagaimana dimaksud ayat (1) harus memenuhi syarat: a. pernah mendampingi Korban Kekerasan Seksual; b. pernah melakukan kajian tentang Kekerasan Seksual, gender, dan/atau disabilitas; c. pernah mengikuti organisasi di dalam atau luar kampus yang fokusnya di isu Kekerasan Seksual, gender, dan/atau disabilitas; dan/atau d. tidak pernah terbukti melakukan kekerasan termasuk Kekerasan Seksual...

“Pasal ini berpotensi menutup pihak lain yang punya pandangan berbeda secara diametral dengan kalangan feminis dan liberalis untuk menangani kekerasan seksual di lingkungan kampus,” pungkasnya.[] Wiji Lestari

Posting Komentar

0 Komentar