Fatwa MUI ke-7, Ajengan YRT: Patut Diapresiasi karena Sudah Menunjukkan Khilafah dan Jihad Ajaran Islam


TintaSiyasi.com –Menyoal Fatwa Majelis Ulama Indomesia (MUI) ke-7 berkaitan jihad dan khilafah Mudir Ma'had Khadimus Sunnah Bandung Ajengan Yuana Ryan Tresna (YRT) mengatakan, perlu diapresiasi karena sudah berani menunjukkan bahwa khilafah dan jihad adalah bagian dari ajaran Islam 

“Mengapresiasi bahwa hasil ijtimak tersebut disebutkan bahwa khilafah dan jihad adalah bagian dari Islam,” tuturnya kepada TintaSiyasi.com, Senin (15/11/2021). 

Ia mengatakan, khilafah dan jihad adalah bagian dari Islam, sehingga menolak siapa saja yang menganggap khilafah dan jihad itu bukan bagian dari Islam. 

“Ini satu hal yang sangat bagus karena opini hari ini justru diarahkan pada opini buruk, melabeli negatif khilafah dan jihad bahkan dikatakan bukan bagian ajaran Islam, ajaran yang berbahaya dan dapat membuat bencana bagi Indonesia, bahkan mereka berusaha untuk menyatakan dengan susah payah bahwa di dalam Islam tidak ada konsep khilafah, tidak ada dalil khilafah dalam Al-Qur’an dan sunnah, menyatakan apresiasi positif karena sudah menunjukkan pada umat bahwa khilafah dan jihad bagian dari Islam,” paparnya. 

Ia mengungkapkan, karena khilafah dan jihad bagian dari Islam kedepan tidak boleh ada pihak yang mengkerdilkan, tidak boleh mengeluarkannya dari Islam. 

“Kedepan MUI lebih berani lagi untuk berfatwa berkaitan dengan konsep khilafah tanpa khawatir dengan kepentingan politik,” pungkasnya.[]Rasman, Alfia Purwanti

Posting Komentar

0 Komentar