Direktur CISA: Utang Bukan Pilihan Utama Membangun Indonesia


TintaSiyasi.com-- Direktur Centre for Indonesia Strategic Actions Herry Mendrofa, S.Tr. Sos menyatakan, utang bukan pilihan utama membangun Indonesia. "Pemerintah harus melihat bahwah utang bukan pilihan utama dalam hal membangun Indonesia," katanya dalam Insight ke-97 PKAD: Siapa Bapak Perutangan Indonesia? Jumat (05/11/2021) di YouTube Pusat Kajian dan Analisis Data. 

Menurutnya, utang Indonesia September sudah sampai 6,7 triliun. Katanya, ada lompatan utang yang tinggi pada pemerintah, dibanding dengan pmerintah sebelumnya yang sangat jauh. 

"Pemerintah sekarang kontraproduktif dengan pemerintah sebelunya (Presiden Susilo Bambang Yudhoyono). Bahkan negara Indonesia sudah rangking 7 negara yang sering berhutang," kata Herry.

Herry kemudian memberi saran, "Seharusnya pemerintahan mencoba menguragi rasio utang negara bukan menambah. Padahal utang sangat berbahaya bagi negara."

Menurutnya, kebijakan utang yang di sampaikan kepada rakyat jauh dari panggangan sehingga menimbulkan kekecewaan. Ditambah lagi, penggunaan utang tidak pada tempatnya disebabkan adanya campur tangan beberapa oknum (pembisik).

"Bahkan lebih parahnya kondisi, yaitu ide (pakar ekonomi) pemecahan persoalan utang negara tidak berlaku ketika oligarki berbicara," katanya.

Ia mempertanyakan, bisahkah keluar dari jebakan utang? "Bisa dengan mendorong mengingatkan presiden berbahaya utang dengan menekan rasio utang dan mencoba menggunakan Sumber Daya Manusia (SDM) yang ada pada pemerintahan," tuntasnya.[] HN/Munamah

Posting Komentar

0 Komentar