Direktur CIIA: UU Terorisme Powerfull dan Bahaya, kalau Tidak Ada Lembaga Kontrol


TintaSiyasi.com-- Direktur Community of Ideological Islamic Analyst (CIIA) Harits Abu Ulya mengatakan, undang-undang Terorisme powerfull (terlalu kuat) dan bahaya, kalau tidak ada lembaga kontrol. "Undang-Undang Terorisme itu luar biasa. Powerfull dan ini bahaya, kalau tidak ada lembaga kontrol," kata Harits dalam Insight ke-103 PKAD: Ulama Ditangkap Dituduh Teroris? Jumat (19/11/2021) di YouTube Pusat Kajian dan Analisis Data.

Menurutnya, meski di negeri ini memiliki Undang-Undang Terorisme, namun tidak semua warga memahami isinya. Karenanya, pengamat terorisme dari CIIA ini menegaskan, pentingnya keberadaan lembaga kontrol untuk mengawasi kinerja aparat keamanan di negeri ini. "Dalam hal ini utamanya lembaga kontrol untuk mengawasi kinerja aparat keamanan berhubungan dengan seputar kasus terorisme," katanya.

Dalam pandangannya, terdapat beragam hal yang harus dipahami dan dibuktikan kebenarannya seputar penangkapan ulama baru-baru ini. "Kenapa densus seperti itu?" ungkapnya.

"Saya khawatir bahwa penangkapan demi penangkapan dengan alasan nol koma sekian persen sama saja 'reboisasi'," tuturnya. 

Ia mengingatkan bahwa ada kemungkinan jika penangkapan tanpa fakta kebenaran dan keadilan yang pasti berakibat mengkhawatirkan juga. " UU Terorisme No. 5 Tahun 2018 bagian pengawasan pasal 47 C ayat 1 dan 2 menyarankan agar DPR (dewan perwakilan rakyat) membentuk tim pengawasan penanggulangan terorisme," tambahnya.

Ia menjelaskan, sungguh penting peran negara hadir di tengah beragam persoalan yang melanda rakyatnya. Menurutnya, pandemi Covid-19 juga belum kunjung usai, kini ditambah muncul beragam spekulasi kasus penangkapan ulama di media sosial. 

"Ada motif proyek. Itu juga tidak bisa dipungkiri itu ada," kata Harits menyikapi isu kontraterorisme. "Kita berharap bahwa apa-apa yang dilakukan oleh aparat keamanan ada transparansi," tandasnya.[] HN/Ika Mawarningtyas

Posting Komentar

0 Komentar