Cendekiawan Muslim: Kalau Sejarah Menulis Jujur, Mestinya Bukan Budi Utomo, Tetapi Sarekat Islam


TintaSiyasi.com-- Mengulas tonggak dasar kebangkitan nasional, Cendekiawan Muslim Ustaz Ismail Yusanto mengatakan, kalau sejarah menulis jujur, semestinya bukan Budi Utomo, tetapi Sarekat Islam (SI).

"Kalau sejarah menulis dengan jujur, mestinya bukan Budi Utomo, tetapi Sarekat Islam (SI)," ujarnya dalam Talkshow Sejarah: Mengungkap Akar Sejarah Perjuangan Bangsa yang Terkaburkan, Ahad (14/11/2021) di YouTube Khilafah Channel.

Ia menjelaskan, karena SI dari sisi nasional itu memang national white. "Tokoh-tokohnya datang dari berbagai wilayah. Ada H.O.S. Tjokroaminoto dari Jawa Timur, Samanhudi dari Jawa Tengah (Solo). Kemudian Suryopranoto dari Jogja, A.M. Sangaji dari Maluku, Abdul Muis dan K.H. Agus Salim dari Sumatera Barat, it's national white," jelasnya.

Ia melanjutkan, kongres pertama SI diikuti oleh kira-kira 18 wilayah perwakilan dari seluruh Indonesia. "50 ribu hadir pada waktu kongres pertama. Jadi, betul-betul nasional dan tegas. Di sana, dalam Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) tertulis jelas, mereka berjuang untuk melawan penjajah Belanda dan ingin memerdekakan negara ini, jadi ini pengaburan," lanjutnya 

Pengaburan

Ustaz Ismail juga memberikan contoh pengaburan sejarah soal pendidikan. "Siapa sih bapak pendidikan nasional?
Kalau kita membaca secara pasti, kita harus menyebut Ki Hajar Dewantoro. Betulkah itu sebagai inspirator peletak dasar pendidikan di negeri ini?" tanyanya.

Ia membeberkan, kalau sejarah menulis secara jujur, mestinya bukan beliau, tetapi Kyai Haji Ahmad Dahlan. "Karena Kyai Haji Ahmad Dahlan Itu lah yang mendirikan sekolah sederhana di kampung Kauman di belakang masjid Gede sekarang ini (di Jogja). Kemana Ki Hajar Dewantoro itu, kalau bahasa sekarang melakukan studi banding?" tanyanya lagi.

Ia menerangkan bahwa 11 tahun sebelum Ki Hajar Dewantoro mendirikan sekolah Taman Siswa di tahun 1922 telah ada sekolah yang didirikan oleh K.H. Ahmad Dahlan di tahun 1911. "1922 itu baru berdiri Taman Siswa, di antara alumninya itu yang sekarang sedang berbicara ini," pungkasnya.[] Nabila Zidane

Posting Komentar

0 Komentar