Azam Khan: Mereka yang Mendirikan dan Pencetus Sumpah Pemuda Benar-benar Lillahi Taala


TintaSiyasi.com -- Berbicara tentang Sumpah Pemuda, Advokat Azam Khan mengatakan, mereka yang mendirikan dan pencetus Sumpah Pemuda benar-benar lillahi taala.

"Mereka yang mendirikan dan pencetus Sumpah Pemuda benar-benar lillahi taala," tuturnya di You Tube Peradaban Islam ID yang bertema Soempah Pemoeda: Pergulatan Sekuler vs Islamis, Kamis (28/10/2021).

Ia menjelaskan bahwa para pencetus Sumpah Pemuda ingin mempersatukan jong-jong pemuda di Indonesia demi menguatkan eksistensi negara terutama dari rong-rongan negara Asing termasuk komunis di dalamnya.

"Mereka yang lillahi taala memiliki integritas, kemauan bahwa Indonesia tidak sekadar merdeka, tetapi jong-jong di Indonesia turut bersatu untuk menguatkan eksistensi negara," jelasnya.

Ia menegaskan, fakta tersebut adalah sebuah akar yang kuat, bagaimana Indonesia itu besar. 

"Nah, itu ada kekhawatiran di era sekarang ini. Apakah benar dengan apa yang dikatakan freedom of speech itu ada? Dan apakah ada kesewenang-wenangan?" tanyanya.

Ia melihat bahwa fakta-fakta itu mulai terkikis. Hal tersebut terlihat dari sistem peradilan keadilan. Bahkan, pada tingkat agama pun mereka yang mayoritas Muslim mulai di belokkan.

"Bagi pemimpin yang disumpah di atas Al-Qur'an seharusnya peka artinya jika mengacu kepada sejarah susahnya hingga berdarah-darah menyatukan Sumpah Pemuda, namun mereka tidak melihat itu," ujarnya.

Ia meyakinkan bahwa negara Indonesia sedang dikuasai Asing dan Aseng. "Negara kita ini, saya kira semua tahu sudah dikuasai Asing dan Aseng. Nah, siapa yang memberi pintu? Tentu kekuasaan. Kalau tanpa kekuasaan mana mungkin mereka bisa masuk," katanya.

Menurut pengakuannya sebagai Advokat, ia mencoba membangun sebuah kebenaran dan keadilan, tetapi ia bersedih atas apa yang tengah terjadi terhadap keadilan dan kebenaran di negeri ini.

"Sekarang banyak pemuda pemudi munafik. Buzzer yang berbicara tidak obyektif dan dibayar dari APBN dan itu korupsi," sesalnya.

Ia menanyakan mengapa di negeri Indonesia yang dipojokkan justru kaum Muslim yang notabene agama mayoritas. Padahal negara Indonesia dibangun oleh ulama dan rakyat yang penuh darah, tangis dan airmata.

"Jadi, eksistensi Sumpah Pemuda ini, dari zaman dulu benar-benar ikhlas kepada Allah dan ini yang harus kita junjung tinggi," lanjutnya.

Kemudian ia mendoakan arwah para pencetus Sumpah Pemuda. "Kita berharap roh-roh mereka Allah berikan tempat terbaik, dilapangkan kuburnya dan diampuni dosa-dosanya," pungkasnya.[] Nurmilati

Posting Komentar

0 Komentar