Ustaz Muhibuddin Beberkan Tanda-Tanda Pemimpin yang Dimurkai Allah


TintaSiyasi.com -- Pengasuh Majelis Halawatul Iman Bogor Ustaz Muhibuddin, S.H.I. beberkan tanda-tanda pemimpin yang dimurkai Allah yang terdapat dalam Al-Qur'an dan Al-Hadis.

"Tanda-tanda pemimpin yang dimurkai Allah terdapat dalam Al-Qur'an dan Al-Hadis," bebernya dalam Kajian Tematik: Penguasa-Penguasa yang Dibenci Allah di kanal YouTube Peradaban Islam ID, Jumat (17/9/2021).

Ia menukil surat Ali Imran ayat 32:

قُلْ أَطِيعُوا۟ ٱللَّهَ وَٱلرَّسُولَ ۖ فَإِن تَوَلَّوْا۟ فَإِنَّ ٱللَّهَ لَا يُحِبُّ ٱلْكَٰفِرِينَ 

Katakanlah: "Taatilah Allah dan Rasul-Nya; jika kamu berpaling, maka sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang kafir."

Ia memaparkan enam tanda-tanda pemimpin yang dimurkai Allah. "Pertama, pemimpin yang tidak menerapkan hukum Allah. Meski ia punya wewenang, tetapi pemimpin tersebut berkhianat kepada Allah," ujarnya.

Kedua, penguasa yang sombong. "Yaitu, penguasa yang menyombongkan diri dengan menolak syariat Allah, menindas dan meremehkan umat Islam. Karena kesombongan sebab terbesar kemurkaan Allah," jelasnya.

Ustaz Muhib mengutip hadis 

لَا يَدْخُلُ الْجَنَّةَ مَنْ كَانَ فِي قَلْبِهِ مِثْقَالُ ذَرَّةٍ مِنْ كِبْرٍ

"Tidak akan masuk surga orang yang dalam hatinya ada kesombongan sebesar biji debu." [HR. Muslim].

Ia menegaskan bahwa kesombongan diibaratkan seperti iblis yang menolak beriman kepada Nabi Adam.

"Ketiga, pemimpin zalim. Pemimpin zalim akan meniscayakan kezaliman terjadi secara merata. Makanya, rakyat merasakan kepedihan, kesulitan, dan mendapatkan perlakuan semena-mena," katanya.

Ia mengutip sabda Rasul. 

"‏ اللَّهُمَّ مَنْ وَلِيَ مِنْ أَمْرِ أُمَّتِي شَيْئًا فَشَقَّ عَلَيْهِمْ فَاشْقُقْ عَلَيْهِ 


"Ya Allah siapapun mereka yang diberi amanah mengurus umatku kemudian mereka menyusahkan umatku, maka jadikan mereka susah." [HR. Muslim] 

Lebih lanjut, ia menjelaskan, di hari kiamat, orang-orang yang paling dicintai Allah dan terdekat dengan Rasul di majelisnya adalah penguasa yang tidak zalim, tidak sombong, dan yang menerapkan hukum Allah.

"Keempat, penguasa pendusta. "Dalam hadis dikatakan, Surga haram baginya dan tempatnya di neraka," tegasnya.

"Kelima, pemimpin yang abai terhadap rakyat. Pemimpin diangkat untuk mengurus rakyat jika tidak mau, ia tidak layak menjadi pemimpin karena akan memimpin sesuka hati, Allah mengancam menutup apa yang dia butuhkan di akhirat," ujarnya.

Keenam, pemimpin yang dikelilingi orang-orang jahat. "Mereka akan mengajak pemimpinnya untuk melakukan kezaliman, seperti menangkap ulama, tidak menerima kritik rakyat dan lainnya serta tidak akan mengingatkan pemimpinnya ketika ia lalai," katanya.

"Pemimpin model begini adalah penguasa yang merusak," tandasnya.[] Nurmilati

Posting Komentar

0 Komentar