Ustaz Abdurrahman Ajak Hidupkan Sunnah dengan Memperjuangkan Khilafah


TintaSiyasi.com-- Tanggapi hubungan film dokumenter Jejak Khilafah di Nusantara II (JKDN2) dan Maulid Nabi, Peneliti Fiqih Khilafah Ustaz Abdurrahman Al Khadami mengajak menghidupkan sunnah (ihyau sunnah) dengan memperjuangkan khilafah. 

"Justru ketika realitas sekarang tidak ada khilafah, maka kita memperjuangkan khilafah berarti ihyau sunnah (menghidupkan sunnah), " ungkapnya dalam Diskusi Khusus Rayah TV: Maulid Nabi SAW dan JKDN 2 | Khilafah Adalah Ajaran Islam dan Wajib untuk Memperjuangkannya, di kanal YouTube Rayah TV, Rabu (20/10/2021).

Ustaz Abdurrahman mengatakan bahwa hadis terkait khilafah sudah sangat jelas. Dalam kitab-kitab hadis, kutubus sittah misalnya, bertebaran hadits yang menjelaskan tentang khilafah, khalifah, dan baiat. Begitu pula, dalam kitab fiqih, penjelasan tentang sistem pemerintahan Islam tak asing lagi. 

"Jadi mengikuti sunnah Rasul jangan hanya dalam masalah privat (pribadi) saja. Tapi juga bagaimana taat dan ittiba' (mengikuti) dalam semua aspek kehidupan termasuk dalam pemerintahan," ujarnya. 

Dia juga menyitir pendapat Syekh Yusuf bin Ismail An Nabhani, Syekhul Syekh para ulama Nusantara, dalam kitabnya berjudul Alfadhail Muhammadiyah, hak Nabi Muhammad SAW yang harus dipenuhi pertama kali adalah beriman kepada Nabi SAW dan taat kepadanya. 

"Jadi kalau memang kita beriman, mencintai, mengagungkan Rasulullah SAW, itu harus dibuktikan dengan ketaatan kepada sunnahnya, apa pun itu, termasuk dalam pemerintahan dan kehidupan bermasyarakat," ungkapnya. 

Ustaz juga memaparkan besarnya aliran pahala yang akan diterima oleh siapa pun yang menghidupkan sunnah Nabi, sebagaimana dijelaskan dalam hadis. "Maka semua umat Islam yang hari ini berkontribusi dalam ihyau sunnah fil hukmi wal imarah, inyaallah akan mendapat aliran pahala yang luar biasa selama khilafah itu tegak," paparnya. 

Menyinggung pemutaran film JKDN 2 yang telah berlangsung, dia mengatakan bahwa tiada kata yang dapat melukiskan rasa yang ada, hanya air mata yang jadi pengungkap rasa. 

"Beberapa kali, saya sulit menahan tumpahnya air mata. Bagaimana perjuangan para pendahulu kita, kakek nenek moyang kita, para sesepuh kita, karuhun kita, dalam menjalankan ajaran sunnah Rasulullah SAW, syariat Allah SWT, khususnya ketika menghadapi kafir penjajah," katanya. 

Menurutnya, JKDN 2 telah menyajikan fakta dan data yang valid, bisa dipertanggungjawabkan kebenarannya. "Data-data itu justru menggambarkan kesesuaian dengan fiqih Islam yang selama ini diajarkan di pesantren," jelasnya. 

Menurutnya, bukti kedekatan Nusantara dengan kekhilafahan bahkan tak perlu dicari-cari. Contohnya, dalam kitab Ta'lim Muta'alim, yang wajib dikaji di pesantren-pesantren Nusantara. Mukadimah kitab tersebut menjelaskan bahwa syarah kitab ini dipersembahkan kepada Sultan Murad III bin Salim II yang merupakan khalifah Utsmani. 

"Maka jelas sekali hubungan Nusantara dengan khilafah itu seterang matahari," pungkasnya.[] Binti Muzayyanah

Posting Komentar

0 Komentar