UDC: Menarik Pajak Tanpa Sebab yang Dibolehkan, Itu Namanya Kezaliman


TintaSiyasi.com-- Mengkritisi pemotongan pajak dan zakat bagi pegawai, Pakar Ekonomi Islam Ustaz H. Dwi Condro Triono, Ph.D. menilai, negara menarik pajak tanpa sebab-sebab yang dibolehkan, itu namanya kezaliman. 

"Karena yang wajib itu kan zakat, bukan pajak. Itu kalau dibuat ranking kezaliman negara menarik pajak tanpa sebab-sebab yang dibolehkan atau menarik pajak tanpa alasan. Itu namanya kezaliman," tuturnya dalam SG Kuliah Menjadi Pakar Ekonomi Islam: Benarkah Utang Negara Bisa Diselesaikan Dengan Pajak? Di YouTube CORe ISEC, Selasa (5/10/2021).

Menurut Ustaz yang biasa disapa UDC ini, kalau ada yang berpendapat bahwa pajak itu dikurangi zakat, bisa mengurangi kezaliman. Yang disebut mengurangi kezaliman itu adalah, free of tax (bebas pajak). "Kalau pajak dihilangkan, itu baru menghilangkan kezaliman. Tapi, kalau pajak dikurangi zakat, itu menurunkan kezaliman, bukan menghilangkan kezaliman," bebernya. 

Ia mengatakan, zakat itu ada sebab dan ada syarat. Sebab wajibnya zakat itu, tercapainya nisab. Syarat wajibnya zakat itu sampainya haul. "Jadi, kalau enggak ada sebab, itu enggak boleh memotong penghasilan untuk zakat, itu haram. Dan itu tidak bisa disebut sebagai zakat. Semua hukum Islam itu ada sebab dan ada syarat," paparnya. 

Ia mencontohkan, salat zuhur itu dilaksanakan, karena tergelincirnya matahari. Ia menjelaskan, jika belum tergelincir matahari, maka jangan salat zuhur. Selain itu, syarat shalat itu, harus menutup aurat misalnya.

Dalam zakat juga begitu, ia menjelaskan, sebabnya mengeluarkan zakat itu, karena sampai nisab dan syaratnya zakat itu karena sampainya haul satu tahun kalender qamariyah. "Jadi, kalau pegawai dipaksa langsung dipotong gajinya dua setengah persen, itu bukan zakat, tapi terhitung sebagai sedekah saja," pungkasnya.[] Witri Osman

Posting Komentar

0 Komentar