Terbongkar! Sepuluh Kejahatan Historis Ataturk terhadap Islam dan Khilafah Utsmaniyah


TintaSiyasi.com -- YouTube Khilafah Channel membongkar, sepuluh spesimen kejahatan historis Mustafa Kemal Ataturk terhadap Islam dan Khilafah Islam Utsmaniyah.

“Ataturk adalah nama yang diselimuti pengkhianatan dan perbudakan terhadap musuh-musuh agama. Dia adalah aktor kejahatan terbesar dan bencana paling mengerikan yang telah menggulingkan Khilafah Islam, dan memadamkan mataharinya setelah memancarkan cahayanya tanpa terputus selama berabad-abad,” rilisnya dalam video bertajuk Kejahatan Historis Mustafa Kemal Ataturk, Senin (26/10/2021). 

Dalam tayangan itu, Ataturk mengungkapkan kebenciannya yang mendalam terhadap Islam melalui langkah-langkah yang diambilnya segera setelah ia mengambil alih kekuasaan Turki. 

KC menyebutkan, sepuluh langkah-langkah Ataturk setelah mengambil alih kekuasaan Turki. "Pertama, menghapus Khilafah Islam dan memisahkan agama dari negara. Kedua, mengusir Khalifah Utsmani yang terakhir, Abdul Majid II, ke luar wilayah Turki,” beber KC. 

"Ketiga, menutup sekolah-sekolah (yang mengajarkan) bahasa Arab, sehingga rakyat sulit membaca Al-Qur'an Al-Karim, serta memutus hubungan rakyat Turki dengan akar Islam. “Keempat, menghapus syariah (hukum) Islam dari lembaga legislatif, serta menghapus Kementerian Wakaf dari pengadilan Syariah,” papar dalam tayangan. 

Lebih lanjut, KC menyebutkan, kelima, menutup banyak masjid dan mengubah Hagia Sophia yang terkenal menjadi museum, serta masjid Al-Fateh diubah menjadi gudang. “Keenam, membatasi jumlah masjid dan hanya diperbolehkan ada satu masjid di setiap daerah dengan keliling 500 meter,” imbuh KC lagi. 

Ketujuh, menghapus klausul (pasal) bahwa Turki adalah negara Islam dari konstitusi 1928 M. Kedelapan, menghapus hijab (pakaian sesuai syariah yang menutupi seluruh tubuh) wanita dan  mendorong mereka untuk membukanya, sama seperti menghapus perwalian laki-laki atas wanita, sebagaimana ya ga diperintahkan Islam,” bongkar KC lagi. 

Kesembilan, menghapus huruf Arab dan penggunaan Latin sebagai penggantinya dalam penulisan bahasa Turki pada tahun 1928 M, di mana azan dalam bahasa Arab dilarang, dan melakukan turkifikasi terhadap Al-Qur'an Al-Karim. 

“Dan terakhir, kesepuluh, di antara spesimen kejahatan historisnya adalah pengakuannya terhadap entitas Zionis, yang membuktikan bahwa ia tak lain adalah karakter boneka yang diciptakan oleh tangan Zionis dan Barat untuk menghancurkan apa yang masih tersisa dari peradaban kaum Muslim dan kebanggaannya yang tecermin dalam Kekhilafahan Utsmaniyah,” pungkas tayangannya.[] Reni Tri Yuli Setiawati

Posting Komentar

0 Komentar