Ramzi Nasser: Nasionalisme Bukan Cara Pandang Islam


TintaSiyasi.com-- Aktivis Muslim Yaman Ramzi Nasser mengatakan, cara pandang nasionalisme bukanlah cara pandang Islam dan itu pula yang kemudian menyebabkan umat Islam saat ini terpecah belah. 

"Cara pandang nasionalisme bukanlah cara pandang Islam dan itu pula yang kemudian menyebabkan umat Islam saat ini terpecah belah," kata Ramzi dalam International Muslim Lawyers Conference, Ahad (3/10/2021) di zoom meeting room.

Bukan nasionalisme, menurutnya, perspektif kaum Muslim melihat berbagai problematika umat Islam berdasarkan cara pandang akidah Islam dan solusi bagi semua masalahnya adalah berdasarkan syariat Islam. 

Ramzi menegaskan, ikatan nasionalisme penuh kepalsuan. Ia mencontohkan, kesepakatan nasionalisme dan perlindungan perundang-undangan bagi kaum Muslim di Yaman. Menurutnya, kondisi umat Islam saat ini masih terpecah belah, jika ingin karena seperti generasi para sahabat, maka umat Islam harus bersatu layaknya satu tubuh.

Ia memaparkan, bagi seorang Muslim. Sejatinya, ia tegaskan, tidak ada dalam kamusnya bahwa pernyataan kaum Muslim itu memiliki masalah masing-masing. Contohnya, "Kaum Muslim di Palestina bukanlah masalah bagi kaum Muslim di Yaman." Sesungguhnya pernyataan itu tidak ada sejarah dan ia katakan, hal itu, tidak ada dalam kamus umat Islam.

"Sesungguhnya semua masalah di Kashmir, Myanmar, Afghanistan dan di seluruh dunia adalah masalah bersama bagi umat islam sedunia," tuturnya.

Ia mencontohkan, masalah di Palestina pada awalnya umat Islam menganggap bahwa masalah Palestina adalah masalah umat Islam. Namun, kemudian menyempit, sehingga seolah-olah itu hanya masalah bangsa Arab. "Hingga pada akhirnya semakin menyempit seolah-olah itu adalah masalah bagi bangsa Palestina saja, demikian juga apa yang terjadi di zaman akibat nasionalisme yang kemudian diperebutkan oleh Inggris dan Amerika," jelasnya.

Ia melihat, umat Islam diadu domba dan terjadilah degradasi iman dalam berbagai bidang kehidupan dan berbagai lapisan masyarakat. Sehingga, tidak dipenuhinya hak sebagai manusia. Antara lain, ia ungkapkan, terjadi kelaparan banyak penduduk yang dipenjara tanpa peradilan.

"Maka solusi atas kejadian hanyalah dengan terwujudnya Khilafah Islamiah agar memenuhi hak asasi manusia dan tinggalan manusia terbebas dari berbagai bentuk kezaliman," tandasnya.[] Ika Mawarningtyas

Posting Komentar

0 Komentar