Prof. Suteki Nyatakan Tidak Ada Larangan Mengibarkan Bendera Tauhid



TintaSiyasi.com-- Pakar Hukum dan Masyarakat Prof. Dr. Suteki, S.H., M.Hum. menyatakan bahwa terkait dengan polemik bendera perlu disebutkan, tidak ada larangan mengibarkan bendera tauhid, karena yang dilarang itu bendera ormas yang telah dibubarkan. 

"Terkait dengan polemik bendera perlu disebutkan bahwa kini tidak ada larangan dari pemerintah, jika ada pihak yang mengibarkan bendera berkalimatkan tauhid. Yang tidak boleh jika bendera itu ada logo Hizbut Tahrir Indonesia Ormas yang sudah dibubarkan oleh pemerintah,” ungkapnya, Rabu (06/10/2021) di kanal YouTube Prof. Suteki.

Prof. Suteki, sapaan akrabnya, menjelaskan lebih lanjut bahwa secara secara yuridis, sebenarnya tidak ada larangan bagi satu kelompok memakai simbol Ar-Roya maupun Al-Liwa.

“Nah secara yuridis, sebenarnya tidak ada larangan bagi satu kelompok memakai simbol Ar-Roya maupun Al-Liwa. Namun, dari sisi moral dan agama jika tujuannya untuk menipu dan mengecoh umat, tentu itu jelas tidak boleh. Bahkan, ada yang mensinyalir kelompok- kelompok ekstrimis, seperti Islamic State of Iraq and Suriah atau ISIS menggunakan Ar-Royah dan Al-Liwa untuk menipu umat Islam. Hal itu dibuktikan dengan perbuatan mereka yang tidak sesuai dengan slogan yang mereka usung. Penggunaan Ar-Royah dan Al-Liwa hanya sekedar menarik propaganda untuk menarik simpati umat Islam saja,” tegasnya.

Dia menjelaskan, secara singkat terkait dengan sejarah munculnya simbol sebagai lambang organisasi.

“Setelah masa ekspansi dari Daulah Islam berakhir dengan runtuhnya kekhalifahan Utsmani tanggal 3 Maret 1924 simbol- simbol menyerupai Ar- Royah dan Al Liwa itu kembali muncul, banyak kelompok dan ormas yang menggunakan simbol tersebut sebagai lambang organisasinya,” jelasnya.

Dia juga menambahkan terkait dengan makna tersembunyi di balik suatu bendera sebuah komunitas.

“Suatu komunitas apalagi suatu bangsa memiliki cara untuk menunjukkan bahwa mereka atau para anggotanya itu berhimpun menjadi satu dan memiliki persamaan pendapat dan juga persatuan hati mereka. Tanda untuk semua itu adalah panji dan bisa juga dalam bentuk namanya bendera. Inilah makna tersembunyi dari balik suatu bendera,” pungkasnya.[] Vyana

Posting Komentar

0 Komentar