Perlakuan Hukum Formil Ha-eR-eS, Aziz Yanuar: KUHAP dihajar Habis-Habisan


TintaSiyasi.com-- Menyoal perlakuan hukum secara formil kasus Ha-eR-eS, Advokat HRS Aziz Yanuar, M.H. mengatakan KUHAP (Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana) dihajar habis-habisan. "Ya ini kan KUHAP di hajar habis-habisan," bebernya dalam acara Bincang Hangat Tak Lelah Melawan Kedzaliman, Ahad, 26 September 2021 di You Tube UIY official.

Selanjutnya dia mengatakan bahwa penegak hukum telah menginjak KUHAP. "Maksud saya yang dihajar oleh penegak hukum in this case, bukan cuma HRS dan kawan-kawan, tapi KUHAP diinjak," katanya.

Aziz mengatakan bahwa secara formil Habib Rizieq Syihab (HRS), ditahan pada kasus Petamburan, dan masa penahanan harusnya selesai awal Agustus lalu. Namun, kini HRS ditahan karena kasus Rumah Sakit (RS) Umi yang belum pernah ada vonis penahanan untuk HRS sebelumnya.

"Nah, di kasus Rumah Sakit Umi, Habib Rizieq itu belum pernah divonis untuk ditahan, maksudnya polisi itu tidak pernah ada statement menahan beliau. Nah, kemudian dengan luar biasanya pengadilan tinggi itu mengeluarkan perintah penahanan," tukasnya.

Padahal menurut advokad ini, yang berwenang untuk menetapkan penahanan adalah majlis hakim, bukan pengadilan tinggi.

"Pengadilan tinggi mengeluarkan perintah penahanan melalui putusan atau penetapan yang ditandatangani dan ditetapkan oleh wakil ketua pengadilan tinggi DKI Jakarta. Padahal sesuai KUHAP yang berwenang untuk menetapkan penahanan adalah majlis hakim," jelasnya.

Dia pun membenarkan pertanyaan Ustaz Ismail Yusanto tentang sudah tidak berlakunya teori-teori hukum oleh penegak hukum pada kasus yang menimpa Habib Rizieq. "Ya, mereka mengabaikan itu," pungkasnya.[] Heni Trinawati

Posting Komentar

0 Komentar