Moderasi Beragama

TintaSiyasi.com-- Ide Moderasi beragama-lah yang melahirkan kalimat "semua agama sama". Dan ide ini terlahir dari paham pluralisme dalam beragama yang muncul dari akidah sekularisme. 

Semua lagu itu sebenarnya kaset lama yang diputar ulang, di iringi dengan gendang "radikal-radikul" seiring dengan usangnya melodi "terorisme".

Memang benar, bahwa faham الأصولية (fundamentalisme), الإرهاب (terorisme), الوسطية (jalan tengah atau moderat),  التعددية (pluralisme) adalah ide setali tiga uang yang semuanya terlahir dari akidah sekularisme ( فصل الدين عن الحياة ).

Ada tiga kutayyib (buku kecil) bagus yang sangat bagus dijadikan rujukan untuk mem-preteli ide berbahaya dan busuk dari Barat ini, yakni; 

(1) الديمقراطية نظام كفر يحرم أخذها أو تطبيقها أو الدعوة إليها

(2). الحملة الأميركية للقضاء على الإسلام

(3). مفاهيم خطرة لضرب الإسلام و تركيز الحضارة الغربية. 

Jadi jelas ide tersebut bukan berasal dari Islam. Justru paham-paham tersebut berbahaya bagi umat Islam, asli berasal dari Barat untuk menancapkan peradaban Barat di negeri Islam.

Jika ada di antara umat Islam yang menyebarkan ide ini, dia tidak paham Islam dengan benar dan hanya menjadi corong Barat dalam menyebarkan paham-paham berbahaya tersebut. 

Argumentasi yang dibangun hanya asumsi dan agitasi yang didukung oleh media yang cukup masif. Walau sejatinya pemikiran ini sangat rapuh dan lemah. 

Jika zaman kompeni ada pengkhianat dengan istilah "Londo Ireng", saat ini ada juga tidak sedikit putra-putri umat Islam yang menjadi kader setia Barat untuk menebarkan paham-paham tersebut. 

Seiring dengan berakhirnya perang fisik atas negeri-negeri Islam, berubah menjadi perang pemikiran, perang politik dan perang peradaban ( غزو الفكري و غزو السياسي و الحضارة), menjadikan paham-paham seperti ini sangat strategis bagi Barat untuk terus menjadikan umat terjajah secara pemikiran. 

Umat Islam harus melawan ide berbahaya ini dengan menjelaskan sisi keburukannya, betapa sangat berbahaya bagi umat dan masyarakat, serta betapa hancurnya peradaban dengan paham dan ide tersebut. 

Dan sekaligus menjelaskan Islam sebagai satu-satunya solusi jalan hidup bagi umat Islam dan peradaban ini. Firman Allah SWT:

(یَـٰۤأَیُّهَا ٱلَّذِینَ ءَامَنُوا۟ ٱدۡخُلُوا۟ فِی ٱلسِّلۡمِ كَاۤفَّةࣰ وَلَا تَتَّبِعُوا۟ خُطُوَ ٰ⁠تِ ٱلشَّیۡطَـٰنِۚ إِنَّهُۥ لَكُمۡ عَدُوࣱّ مُّبِینࣱ)

"Wahai orang-orang yang beriman, masuklah kalian ke dalam Islam secara Kaffah (menyeluruh), dan janganlah kalian mengikuti langkah-langkah syaitan, karena mereka (syaithan itu) bagi kalian adalah musuh yang nyata". [Surat Al-Baqarah 208].

Imam Ali Ash Shabuniy dalam Shafwatu Tafasir menjelaskan makna ayat ini bahwa: "masuklah kalian ke dalam Islam secara keseluruhannya, melaksanakan semua hukum dan syariat-syariatnya, dan janganlah kalian mengambil sebagian hukum dan meninggalkan sebagian hukum lainnya. Islam adalah keseluruhan tidak terpisah pisahkan.

Menurut Imam Al Qurthubi, ayat ini sangat relevan ketika Allah menjelaskan ada tiga golongan manusia; beriman, kafir, dan munafik. 

Maka Allah kemudian memerintahkan: "masuklah kalian (orang-orang yang beriman) ke dalam Islam ini secara menyeluruh, dan konsisten lah di dalamnya". 

Karenanya, haram bagi seorang Muslim untuk mengambil ide moderasi beragama, terlalu lancang dan berdosa jika mulutnya mengatakan "setiap agama itu sama". Karena agama yang diridhai Allah hanyalah Islam. []


Oleh: Guru Lutfi Hidayat
(Pengasuh Majelis Baitul Qur'an Tapin)

Posting Komentar

0 Komentar