Miss Queen Berlenggang, Negara Makin Liberal !

TintaSiyasi.com -- Kontes Miss Queen Indonesia 2021 baru saja selesai digelar di Bali, Jumat (1/10/2021). 

Miss Queen sendiri merupakan kontes kecantikan transgender. Nama Muhammad Millendaru Prakasa Samudra yang lebih familiar dengan Millen Cyrus keluar sebagai Jawaranya mengalahkan 17 kontestan lainnya. Sepupu Aurel Hermansyah ini berhak mewakili Indonesia mengikuti Miss Queen Internasional 2022 di Pattaya, Thailand.

Pada sesi grand final Miss Queen Indonesia, Millen Cyrus menyampaikan pesan moral sebagai seorang transgender. Sebaik-baik manusia adalah yang memanusiakan manusia. Pesan singkat Millen Cyrus bertujuan agar masyarakat luas di Indonesia ke depannya bisa lebih menghargai perbedaan tanpa membeda-bedakan apapun. Baik dari status sosial maupun lainnya.

Tentu sungguh ironis, Indonesia adalah negara berasaskan Pancasila yang sangat menjunjung tinggi nilai agama, sila pertama Ketuhanan Yang Maha Esa. Terlaksananya kontes transgeder ini bukanlah prestasi namun sebuah aib yang mencoreng kemuliaan agama (Islam).  

Diangkatnya kembali isu L68TQ ini tentu adalah cara Barat melegalisasi keberadaan komunitas yang dilarang dalam hukum Islam. Bahkan MUI melalui Munas ke-8 tahun 2010 telah mengeluarkan fatwa tentang transgender. "Ajang-ajang seperti Miss Queen transgender mestinya tidak boleh diadakan di Indonesia". Dalam fatwa tersebut disebutkan kalau mengganti jenis kelamin (transgender) hukumnya haram termasuk pihak yang membantu melakukan ganti kelamin itu," katanya saat dihubungi Republika.co.id, Ahad (3/10).

Dukungan warganet dan masyarakat terhadap kontes ini menunjukkan ide kebebasan perilaku yang diyakini Barat sebagai hak dasar manusia pelan-pelan mulai diterima. Kebebasan berperilaku merupakan wujud nyata eksistensi kapitalisme sekularisme yang menjadi cara pandang Barat. Sehingga dengan semakin kukuhnya ide tentang hak asasi manusia ini, keterikatan terhadap hukum agama (Islam) dapat disingkirkan. Muslim mau menerima selain hukum Islam, yang disebut muslim moderat.

Sudah saatnya negara menerapkan syariat Islam secara sempurna, syariat yang berasal dari Allah SWT, sang Pencipta manusia. Dengan penerapan syariah secara kaffah. Keluarga muslim akan membentengi putra putri nya dengan akidah Islam. Bahwa ukuran kemuliaan seseorang adalah karena ketakwaannya. Selain itu masyarakat juga akan berkontribusi dalam dakwah amar makruf nahi mungkar. Mencegah, menengur, mengingatkan dan memberikan sanksi sosial jika ada indikasi L68BTQ. Bukan malah mendiamkannya. 

Di dalam naungan negara khilafah pelaku L68TQ akan dijatuhi sanksi sesuai syariah Islam. Tdak ada cerita ajang atau kontes ala L68TQ ini bisa terselenggara.

Waallahu 'alam bi shawab.

Oleh : Septiana Kharisma
(Sahabat TintaSiyasi)

Posting Komentar

0 Komentar