Jurnalis: Mereka yang Terus Menggoreng Liwa Rayah sebagai Bendera HTI, Itu Alergi Islam!


TintaSiyasi.com-- Jurnalis Tabloid Media Umat Joko Prasetyo menegaskan, mereka yang terus menggoreng Al-Liwa dan Ar-Rayah sebagai bendera Hizbut Tahrir Indonesia (HTI), itu memang alergi Islam. 

"Sejatinya, mereka yang terus menggoreng liwa dan rayah sebagai bendera HTI itu memang alergi dengan Islam. Alergi dengan kesadaran akan bendera kaum Muslim yang sama sedunia yakni liwa dan rayah," tegas Om Joy, sapaan akrabnya kepada TintaSiyasi.com, Rabu (6/10/2021). 

Om Joy menegaskan, tak pernah sekalipun aktivis Hizbut Tahrir Indonesia mengatakan bahwa bendera tauhid Al-Liwa dan Ar-Rayah itu adalah benderanya Hizbut Tahrir Indonesia atau HTI. 

"Nah, mereka yang menyatakan bahwa liwa dan rayah itu bendera HTI, mungkin karena mereka kerap melihat dalam berbagai kegiatannya, ormas Islam yang mendakwahkan kewajiban menerapkan syariat Islam dalam naungan khilafah tersebut mengibarkan liwa dan rayah," imbuhnya. 

"Lantas, mengapa berulang kali muncul stigma bahwa liwa dan rayah itu bendera HTI, bahkan saat ini ruang publik diramaikan lagi dengan isu bendera HTI di KPK?" tanyanya. 

Ia melanjutkan bahwa tujuan mereka menstigma bahwa Al-Liwa dan Ar-Rayah itu bendera HTI adalah agar umat tidak jatuh hati dengan bendera Islam. 

"Padahal secara faktual, HTI hanya mendakwahkan Islam saja, tidak melakukan berbagai hal yang difitnahkan rezim maupun para pendengung rezim," imbuhnya. 

Lebih jauh lagi Om Joy menyatakan, siapa saja yang terlihat baik, jujur dan tidak mau diajak kerja sama dalam kemaksiatan, maka akan distigma terpapar HTI. 

"Tujuannya agar publik memberi legitimasi agar orang baik-baik tersebut dipersekusi dan dikriminalisasi. Sebagaimana sebelumnya rezim ini telah dan sedang mempersekusi dan mengkriminalisasi HTI," tandasnya. [] Munamah dan Rasman

Posting Komentar

0 Komentar