JKDN II: Ali Galip Bey Wakil Khilafah di Nusantara



TintaSiyasi.com-- Ali Galip Bey dianggap sebagai wakil Khilafah di Nusantara, sebagaimana konsul Utsmaniyyah sebelumnya. "Sebagaimana konsul Utsmaniyyah sebelumnya, Ali Galip Bey dianggap sebagai wakil Khilafah di Nusantara," sejarah ini terungkap pada penayangan film Jejak Khilafah di Nusantara II (JKDN 2) yang ditayangkan secara daring, Rabu (20/10/21).

Dalam tayangan ini dijelaskan, selain berkhutbah, dakwahnya yang lain ialah mendistribusikan Al-Qur'an cetakan Matbaa-i Osmaniye, di kalangan rakyat Nusantara. 

Nicko Pandawa, seorang Sejarawan dan Penulis menjelaskan bahwa Ali Galip Bey kerap diminta oleh penduduk Batavia untuk mengisi khutbah Jum'at di masjid-masjid mereka. Galip Bey sering mengisi khutbah di Masjid an-Nawier di Pekujon, terus Masjid Habib Luar Batang, Masjid al-Mubarak di Krukut dekat Glodok. 

Dalam khutbahnya Ali Galip Bay senantiasa mendo'akan nama Sang Amirul Mukminin, Khilafah Abdul Hamid II. "Terus dia cerita, kalau para jamaah, para penduduk Batavia yang menjadi jamaah Jum'atnya itu selalu meledak tangisnya ketika mereka mendengar nama Sultan Abdul Hamid II, sebagai Khalifah mereka," paparnya dalam tayangan film ini.

Menurut JKDN II, ketika Gunung Krakatau meletus di Selat Sunda pada tahun 1883, ribuan rakyat menjadi korban terutama di Lampung dan Banten. Ali Galip Bey yang saat itu sedang bertugas di Batavia, langsung bergegas pergi ke wilayah yang dulunya bekas Kesultanan Banten itu, untuk menolong korban tsunami akibat letusan Krakatau.

"Ghalib Bey berusaha meyakinkan Masyarakat Banten, bahwa Khilafah Utsmaniyah akan selalu bersama mereka. Kepedulian dari konsul Khalifah Abdul Hamid II ini begitu membekas di hati rakyat Banten," pungkasnya. [] Isty da'iyah

Posting Komentar

0 Komentar