JKDN 2: Tren di Kalangan Sultan Nusantara untuk Terikat dengan Khilafah Sangat Marak

TintaSiyasi.com-- Dari peninggalan bersejarah berupa surat-menyurat kesultanan di nusantara dengan Khilafah Utsmani, Nicko Pandawa Sejarawan dan Penulis mengatakan, tren di kalangan para sultan di Nusantara untuk terikat dengan Khilafah itu sangat marak.

"Tren di kalangan (para) Sultan (di) Nusantara untuk terikat dengan Khilafah itu sangat marak," tukasnya dalam film Jejak Khilafah di Nusantara 2 (JKDN 2) yang ditayangkan melalui daring pada Rabu, 20 Oktober 2021.

Bung Nicko, sapaan akrabnya, menambahkan banyak dari kesultanan Nusantara yang menisbatkan relasinya, hubungannya dengan Sultan Rum, yaitu nama lain dari Khalifah Utsmani. "Salah satu gelar dari Khalifah Utsmani itu adalah Sultan-i Rum," imbuhnya. 

Dia juga menjelaskan bahwa dari penelitian yang dilakukan oleh Dr. Annabel Teh Gallop ditemukan penggunaan cap-cap dan stempel kesultanan di Nusantara memakai gelar Khalifah Abasiyyah.

Sekitar tiga ratus dua puluh Sultan dan pejabat kesultanan di Nusantara memakai gelar-gelar Khalifah Abbasiyyah. "Seperti al-Mustanjid Billah, al-Mutawwakil 'Alallah, al-Mu' tashim Billah, al-Watsiq Billah, al-Mustanjid Billah dan sebagainya," jelasnya.

Termasuk kesultanan di Jawa dan Banten pun meraih kemuliaan dengan mengambil agama Islam sebagai panduan utama kehidupan masyarakatnya dengan diberi legitimasi oleh Khilafah Utsmaniyah saat itu.

Salman Iskandar seorang Sejarawan dan Filolog, dalam film JKdN 2 memaparkan bahwa para pemimpin yang ada di pulau Jawa, baik itu yang ada di Mataram atau Banten Darussalam legitimasinya diakui oleh Daulah Khilafah di Istanbul.

"Legitimasinya sebagai pemimpin yang ada di Jawa ini, pengakuannya dan juga terkait kedaulatan kekuasaannya, diakui oleh pemerintah pusat yang ada di Ashimah Daulah (ibukota negara) yang ada di Istanbul," tuntasnya.[] Heni Trinawati

Posting Komentar

0 Komentar