JKDN 2, Khilafah Meninggalkan Jejak Perjuangan Islam di Nusantara

TintaSiyasi.com-- Pernahkah kita membayangkan begitu beratnya perjuangan Rasulullah SAW dalam mengemban dakwah? Jalannya tak selalu mulus. Penuh onak dan duri. Bahkan dalam perjalanannya, sering menemui ujian besar. Namun tugas tersebut tetap ditunaikan demi Islam dan umatnya. Pahit dan getirnya ujian terbayar dengan manisnya keberhasilan dakwah yang diraihnya. Kebahagiaan pun muncul tatkala pertolongan Allah hadir. 

Setelah berjuang selama 13 tahun di Makkah bersama para sahabat mulia, akhirnya Rasulullah SAW berhasil membangun sebuah negara di Madinah atas dukungan kaum Anshar. Negara tersebut merupakan Daulah Islam pertama. Pada saat itu selain sebagai Nabi, Rasulullah SAW menjadi kepala negara. Sejak saat itu, Islam mengatur seluruh aspek kehidupan dalam negara. Mulai dari sistem sosial, ekonomi, kesehatan, politik, peradilan dan pemerintahan. Rasulullah mengatur urusan umat dengan syariat Islam. 

Misalnya di bidang peradilan, Rasulullah mengangkat para qadhi atau hakim untuk memutuskan persengketaan. Dalam hubungan politik luar negeri, Rasul melaksanakan dakwah dan jihad untuk menyebarkan agama Islam ini. 

Keberadaan Daulah yang menerapkan syariat ini terus berlangsung setelah Rasul wafat. Penerapan ini dilanjutkan oleh para sahabat dan generasi setelahnya. Umat Islam pun memiliki negara yang mampu bersaing dengan negara besar lainnya seperti kekuasaan Persia dan Romawi. 

Seiring berjalannya waktu, kekuasaan Daulah Khilafah semakin meluas setelah berhasil menaklukan berbagai wilayah. Mulai para Khulafaurrasyidin, Khalifah Bani Umayah, Abbasiyah dan Utsmaniah. Kejayaan terus diraih umat Islam khususnya pada masa Abbasiyah. 

Atas dasar kewajiban dakwah, Islam pun terus menyebar ke penjuru dunia. Tidak terkecuali wilayah Nusantara. Ternyata hubungan Nusantara dan khilafah sudah ada sejak abad ke 7 Masehi atau pada awal abad Hijriyah.  Saat itu, Raja Sri Indrawarman dari Kerajaan Sriwijaya di Sumatera mengirimkan surat kepada Kekhalifahan. Pada saat itu Kekhilafahan dipimpin oleh Khalifah Umar bin Abdul Aziz. Surat tersebut berisi bahwa Raja meminta agar diutus seseorang yang faqih agama dan mampu mengajarkan agama Islam.

Selanjutnya islamisasi di Nusantara mengalami puncaknya tatkala wali songo menyebarkan dakwah ke berbagai daerah di Nusantara. Begitu pula ketika Nusantara dijajah oleh bangsa lain, kesultanan meminta bantuan kepada Khilafah Utsmani. Hal ini menunjukkan begitu eratnya hubungan khilafah dengan Nusantara. Begitu besar pula peran khilafah dalam menyebarkan dakwah Islam di negeri ini. Tak terhitung pula jejak khilafah tersebut di Nusantara. 

Misalnya kesultanan-kesultanan yang menerapkan syariat Islam di wilayahnya. Seperti Kesultanan Aceh, Demak, Banten, dan yang lainnya. Spirit Islam senantiasa menggelora pada para pejuang. Mereka melawan penjajah atas nama jihad dan Islam. 

Berbagai fakta sejarah tersebut disuguhkan dalam film Jejak Khilafah di Nusantara. Film ini merupakan karya anak muda yang memiliki sumber dan bukti otentik. Karyanya patut untuk diapresiasi dan dibanggakan karena sangat bermanfaat untuk umat. Film JKDN 2 telah tayang pada 20 Oktober 2021 dan ditonton dalam sehari oleh 359.971 penonton. Masyaallah. Semoga antusiasme para penonton ini diiringi pula dengan kesiapan mereka memperjuangkan Islam dengan dakwah syariah dan khilafah. Wallahu a'lam bishshawab. []


Oleh: Nina Marlina, A.Md
(Muslimah Peduli Umat)

Posting Komentar

0 Komentar