JKDN 2: Bendera Kesultanan Lingga Riau Sama Persis dengan Utsmaniyah


TintaSiyasi.com-- Dalam film Jejak Khilafah di Nusantara 2 (JKDN2) Sejarawan dan Pendiri Komunitas Literasi Islam Nur Fajarudin mengatakan, bendera Kesultanan Lingga Riau sama persis dengan bendera Utsmaniyah.

“Ada satu alasan mengapa bendera kesultanan Lingga Riau itu, sama persis dengan bendera Utsmaniyah.” bebernya dalam film dokumenter Jejak Khilafah di Nusantara 2 (JKDN 2) yang disiarkan secara daring, Rabu (20/10/2021).

Film JKDN2 tersebut menjelaskan, Yang Dipertuan Muda kesultanan Lingga Riau yaitu Raja Ali Bin Raja Jakfar, meminta izin secara khusus agar bendera Usmani dikibarkan dikesultanan Lingga Riau.

“Dengan berkibarnya bendera Utsmani ini menjadi perlambang bahwa wilayah ini sebenarnya tunduk kepada Utsmani,” terangnya.

Film JKDN2 menjelaskan, ini menjadi lambang perlawanan terhadap Belanda dan Inggris yang waktu itu ingin sekali berkuasa dan menguasai Selat malaka, “Yang secara defacto dan dejure kerajaan ini berpusat di pulau penyengat dan pulau Lingga," jelasnya.

Film JKDN2 menerangkan, kembali, Yang Dipertuan Muda Lingga Riau yang ke 10 yaitu raja Yusuf Al Ahmadi tahun 1866, mendirikan sebuah perpustakaan Islam pertama di Asia Tenggara, Kutub Khanah atau perpustakaan yang ada di Masjid Sultan Riau pulau penyengat ini, terinspirasi dengan konsep perpustakan Khilafah Utsmani di Turki.

“Kesultanan lingga riau secara rutin juga mengirimkan ulama-ulamanya untuk belajar ke pusat dunia Islam, mereka membangun pusat ilmu pengetahuan dipulau Penyengat yang berada di tengah jalur selat Malaka," tegasnya.

JKDN2 mengatakan, dari pulau ini lahir ulama-ulama terkemuka seperti Raja Ali Haji sang pengarang “Gurindam Dua Belas”, Bustanu al-kathibin, dan kitab pengetahuan bahasa yang begitu masyhur.

“Raja Ali Haji merupakan saudara sepupu Raja Ali Bin Raja Jakfar penguasa Kerajaan Lingga Riau, yang mengajukan negerinya menjadi bagian khilafah Utsmaniyah, memberikan sumbangan keilmuan yang cukup besar bagi nusantara, salah satunya merupakan bahasa Indonesia. Yaitu, tata bahasanya dirumuskan pertama kali di pulau ini," pungkasnya.[] Riana

Posting Komentar

0 Komentar