Intervensi VOC, JKDN 2: Kondisi Internal Kesultanan Mataram Kacau Balau


TintaSiyasi.com-- Adanya intervensi Vereenigde Oostindische Compagnie (VOC) dianggap menyebabkan kondisi internal Kesultanan Mataram kacau balau. “Pada pertengahan abad ke-17 kondisi internal Kesultanan Mataram begitu kacau balau,” rilisnya dalam pemutaran film dokumenter Jejak Khilafah di Nusantara II (JKDN 2), Rabu (20/10/2021).

JKDN 2 menyebut, intervensi VOC terjadi semenjak masa Amangkurat I melahirkan berjilid-jilid perang perebutan tahta bagi fraksi-fraksi Mataram yang pro dan kontra atas kehadiran Belanda.

JKDN 2 menjelaskan, antara tahun 1746- 1757 kembali terjadi perang pemberontakan Pangeran- Pangeran Mataram melawan Susuhunan Pakubuwono kedua dan ketiga yang menjalin tali perkawanan dengan VOC. 

Pemberontakan tersebut dipimpin oleh Pangeran Mangkubumi yang kelak dikenal sebagai Sultan Hamengkubuwono pertama dan Raden Mas Said atau Pangeran Mangkunegara.

JKDN 2 memaparkan, Januari 1753 sebuah kapal terdampar di Teluk Batavia, para penumpangnya kemudian singgah di Kastil Batavia dan menemui Gubernur Jenderal VOC Jacob Mosel. Pimpinan rombongan kapal tersebut bernama Syekh Ibrahim dan ia mengaku sebagai utusan pembesar Utsmaniyah di bawah kekuasaan Sultan Mahmud I.

“Syekh Ibrahim membawa misi dari Khilafah Ustmaniyah membawa misi untuk mendamaikan konflik diantara Pangeran Mangkubumi, Susuhunan Pakubuwono dan Pangerang Mangkunegara,” tambahnya.

JKDN 2 menegaskan, pada 13 Februari 1755 menemui Perjanjian Kianti, Susuhunan Pakubuwono ke-3 dan VOC akhirnya mengakui Pengeran Mangkubumi sebagai Sultan Hamengkubuwono pertama dengan keratonnya di Yogyakarta. Dua tahun kemudian Raden Mas Said dan Pakubuwono ke-3 mendapat sebagian wilayah di Surakarta.

Kecamuk perang saudara di Jawa telah usai, namun imbas dari Perjanjian Kianti tersebut membuat Mataram terbagi menjadi Surakarta dan Yogyakarta. “Foto pecah belah telah dikuasai benar-benar diterapkan VOC, ia berhasil mengendalikan dua kesultanan ini,” pungkasnya.[] Wiji Lestari

Posting Komentar

0 Komentar