IMLC, UIY: Jadilah Ansharullah!


TintaSiyasi.com-- Cendekiawan Muslim Ustaz Muhammad Ismail Yusanto (UIY) mengatakan, umat Islam jadilah sebagai ansharullah, ansharullah dinillah, menolong agama Allah, dan menolong umat.

"Umat Islam jadilah sebagai ansharullah, ansharullah dinillah menolong agama Allah, menolong umat,” tuturnya dalam International Muslim Lawyer Conference, Ahad (3/10/2021) di lbhpelitaumat.org

Menurutnya, "Jikalau kita masing-masing bertekad menjadi ansharullah, maka fajar kebangkitan akan tegak kembali dan institusi yang melindungi umat Islam," tegasnya.

Ia mengatakan, dalam Qs. As-Shaff: 14,

يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ كُونُوٓا۟ أَنصَارَ ٱللَّهِ كَمَا قَالَ عِيسَى ٱبْنُ مَرْيَمَ لِلْحَوَارِيِّۦنَ مَنْ أَنصَارِىٓ إِلَى ٱللَّهِ ۖ قَالَ ٱلْحَوَارِيُّونَ نَحْنُ أَنصَارُ ٱللَّهِ 

Hai orang-orang yang beriman, jadilah kamu penolong (agama) Allah sebagaimana Isa ibnu Maryam telah berkata kepada pengikut-pengikutnya yang setia: "Siapakah yang akan menjadi penolong-penolongku (untuk menegakkan agama) Allah?" Pengikut-pengikut yang setia itu berkata:"Kamilah penolong-penolong agama Allah." 

Menurutnya, sesungguhnya nasib umat Islam tidak akan kembali, kecuali kembali posisi mulia sebagai khairu ummah, kecuali atas dasar ikhtiar, perjuangan usaha umat Islam sendiri.

“Nasib umat Islam ditentukan oleh umat Islam bukan orang lain karena itu yakinkan pada diri kita bahwa kita ini hidup tidak lain untuk menyerahkan, mengorbankan, mendedikasikan waktu, tenaga, pikiran, bahkan nyawa kita untuk tegaknya kembali khilafah,” imbuhnya.

Ia mengungkapkan, fakta saat ini umat Islam dalam keadaan yang menderita adalah satu kenyataan yang tidak terbantahkan oleh siapa pun. Ia tegaskan lagi, satu kenyataan yang sungguh berkebalikan dengan apa yang dinyatakan oleh Allah SWT tentang diri umat Islam. 

"Allah SWT menyebutkan kita ini sebagai khairu ummah كُنْتُمْ خَيْرَ اُمَّةٍ اُخْرِجَتْ لِلنَّاسِ kalian adalah umat terbaik ini predikat dilekatkan kepada umat Islam," tegasnya.

Menurutnya, hal itu adalah predikat yang sungguh sangat tinggi, predikat yang hakiki bukan predikat yang majasi, bukan predikat yang semu, "Maka penting bagi kita untuk memastikan bahwa predikat itu betul-betul mewujud secara nyata tidak boleh ada satu tetes darahpun dari umat Islam ini yang tertumpah tanpa hak, Islam menghargai hak dan martabat, kehormatan manusia sebegitu rupa sampai mengenai jiwa manusia,” tandasnya.[] Alfia Purwanti

Posting Komentar

0 Komentar