Hukuman bagi Pelaku L96T

TintaSiyasi.com-- Miris sekali melihat tingkah laku manusia saat ini. Tujuan hidupnya hanya untuk mengejar popularitas. Segala cara dilakukan agar bisa menunjukkan eksistensi diri di depan masyarakat. Entah itu ditempuh dengan cara yang benar atau salah sekalipun. Padahal Allah telah menciptakan segala sesuatu sesuai dengan kadarnya. Jangan karena ingin terkenal, malah terjerumus ke dalam kemaksiatan. Nauzubillah. Salah satu contoh yang kita jumpai sekarang yaitu makin maraknya kasus LGBT. Kampanye LGBT ini pun semakin kencang disuarakan.

Kontes kecantikan bagi para transgender baru saja selesai diselenggarakan di Bali dan pemenangnya berhak mengikuti Miss Internasional Queen 2021 yang akan diselenggarakan di Thailand. Salah satu peserta yang ikut berpartisipasi di ajang tersebut yaitu Millen Cyrus. Seperti yang kita ketahui bahwa Millen Cyrus merupakan keponakan dari artis Indonesia yakni Ashanty. Ajang khusus untuk Transpuan tersebut diikuti Millen Cyrus dengan serius. Walaupun sebenarnya ia pernah di-blacklist, ia memperbaiki diri dan berhasil menjadi juara pertama dan siap bertanding ke Thailand. Ia berhasil menjadi juara berkat usahanya dan pesan yang mau dibawa ke masyarakat. Ia berharap bahwa masyarakat Indonesia kedepannya bisa lebih menghargai perbedaan khususnya bagi Transpuan (Okezone, 01 Oktober 2021).

Seperti kita ketahui bahwa merubah ciptaan Allah akan mendatangkan murka-Nya. Di sini sangat nyata banyaknya kerusakan di muka bumi disebabkan karena manusia. Mungkin salah satu memang disebabkan adanya kemaksiatan yang merajalela di negeri ini.  Persoalan LGBT merupakan persoalan yang pelik. Faktor penyebabnya juga beragam. Bisa jadi karena pengaruh pergaulan dan lingkungan sosial. LGBT bukan merupakan hal yang ilegal di negeri ini. Jelas sekali kalau LGBT itu berbahaya, tapi ada saja yang biasa dengan LGBT bahkan sampai mendukung LGBT.

Penyakit ini sengaja dilakukan Barat dengan menghadirkan program-program yang dilakukan oleh lembaga dunia. Indonesia sendiri adalah salah satu negara yang menjadi sasaran dari program tersebut. Akhirnya perilaku ini menjamur di pelosok Indonesia. Inilah yang nyata jika sistem kapitalisme sekuler memimpin dunia, maka kerusakan yang akan dirasakan manusia. Kampanye LGBT semakin bebas dan masyarakat makin toleran terhadap kerusakan ini. Kita sebagai muslim harus waspada dengan sikap pemerintahan negara yang melakukan pembiaran dan tidak menutup semua pintu penyebaran ide/perilaku LGBT karena adopsi kebebasan dan HAM liberal.

Kondisi yang kita hadapi sekarang disebabkan oleh adanya pemahaman gaya hidup bebas dari barat. Dan sekarang pun kita hadapi banyaknya muslim yang terpengaruh  pemahaman tersebut tanpa membedakan baik buruknya, tanpa bisa melihat bahwa pandangan atau gaya hidup barat tersebut tidak sesuai dengan syariat Islam. Islam sebagai aturan yang lengkap dan sempurna menjadikan Al-Qur'an dan as-Sunnah sebagai sumber hukum permasalahan yang terjadi, salah satunya tentang LGBT. Allah melaknat dan mengazab kaum Nabi Luth karena haramnya perilaku LGBT. 

Pentingnya menanamkan iman dan takwa menjadi salah satu cara agar diri senantiasa terjaga dari perbuatan yang dilarang oleh Allah. Dalam Islam sangat jelas ditegaskan hukuman bagi para pelaku LGBT. Hukumannya pun berupa pelaku harus dibunuh secara mutlak, pelaku dikenai had zina, dan pelaku diberi hukuman berat secara mutlak. Hukuman ini semata-mata sebagai pencegah dan ampunan bagi pelakunya kelak di akhirat. Wallahu a'lam. []


Oleh: Heni Rahmawati
(Sahabat TintaSiyasi)

Posting Komentar

0 Komentar