SJ Kembali Tayang di TV, Direktur Siyasah Institute: Tidak Lagi Perhatikan Etika dan Nilai Agama



TintaSiyasi.com -- Menanggapi bebasnya eks narapidana pedofil atau pelaku pelecehan seksual Saipul Jamil (SJ) yang kembali tayang dalam acara televisi, Direktur Siyasah Institute Ustaz Iwan Januar (UIJ) mengatakan, para pengelola televisi tidak lagi perhatikan etika dan nilai-nilai agama.

"Para pengelola tv swasta itu sudah tidak lagi perhatikan etika, apalagi nilai-nilai agama," tuturnya kepada TintaSiyasi.com, Selasa (07/09/2021).

Ia menilai, ada yang tidak beres pada sebagian pelaku bisnis hiburan di tanah air, khususnya pengelola stasiun tv swasta. Karena demi rating, iklan, dan berbagai acara yang tidak etis dan terkategori acara 'sampah' juga ditayangkan.

Dia mengatakan bahwa memang betul, orang itu (Saipul Jamil) sudah menjalani masa tahanan, tapi glorifikasinya terasa mengecilkan arti kejahatan yang pernah dia lakukan. Hal itu menurutnya berpotensi membuat orang tidak merasa malu dan takut melakukan kejahatan serupa.

"Toh nanti bisa disambut gempita dan dapat panggung. Glorifikasi terhadap artis itu juga jelas melukai perasaan korban," terangnya.

Ia menjelaskan, dalam Islam, orang yang sudah menjalani masa hukuman memang harus diterima secara normal, namun tanpa harus glorifikasi atau euforia. 

"Warga harus diedukasi kalau perbuatan maksiat atau kejahatan itu tercela dan keji. Jangan sampai ada kampanye yang kemudian membuat orang berpikir untuk tidak takut melakukannya," pungkasnya. [] Alfia Purwanti

Posting Komentar

0 Komentar