Menerapkan Hukum Allah Bukanlah Ancaman bagi Manusia

TintaSiyasi.com-- Berhukum dengan hukum selain Allah merupakan perkara yang besar di dalam agama ini. Meninggalkan hukum Allah bisa menyebabkan seseorang jatuh kepada kekufuran, sebagaimana sudah dijelaskan dalam Q.S Al-Maidah ayat 49-50.

Dan hendaklah kamu memutuskan perkara di antara mereka menurut apa yang diturunkan Allah, dan janganlah kamu mengikuti hawa nafsu mereka. dan berhati-hatilah kamu terhadap mereka, supaya mereka tidak memalingkan kamu dari sebahagian apa yang telah diturunkan Allah kepadamu. Jika mereka berpaling (dari hukum yang telah diturunkan Allah), maka ketahuilah bahwa sesungguhnya Allah menghendaki akan menimpakan musibah kepada mereka disebabkan sebagian dosa-dosa mereka. Dan sesungguhnya kebanyakan manusia adalah orang-orang yang fasik. Apakah hukum Jahiliyah yang mereka kehendaki, dan hukum siapakah yang lebih baik daripada hukum Allah bagi orang-orang yang yakin?”

Merujuk dari keterangan ayat Al-Qur'an di atas dapat kita ketahui bahwa hukum yang harus diterapkan dalam bumi Allah ini adalah hukum Allah. Jadi, sangat tidak logis jika rasanya ada yang beranggapan bahkan takut kalau hukum Allah diterapkan hidupnya akan terancam dan membahayakan. Baik yang Muslim maupun non-Muslim, tidak akan ada yang terzalimi kalau hukum Allah yang diterapkan.

Tetapi kenyataannya umat Islam hari ini kesulitan untuk berhukum dengan hukum Allah, baik umat Islam yang hidup di negara Barat seperti Amerika, Prancis, Jerman, Inggris, dan lainnya, maupun umat Islam yang hidup di negeri yang mayoritas kaum Muslimin, saat hukum yang berlaku di negerinya bukanlah hukum Islam, seperti di negara kita hari ini.

Sesungguhnya pangkal keterpurukan negeri ini adalah penerapan sekularisme (pemisahan agama dari kehidupan). Sekularisme menyuarakan  penolakan terhadap campur tangan Allah (agama) dalam mengatur kehidupan. Karena itu dalam sistem sekuler, hukum-hukum Allah SWT senantiasa dipinggirkan, bahkan dicampakkan. 

Inilah realita pahit kaum Muslimin di dunia ini.  Mereka adalah mayoritas penduduk bumi tetapi mereka tidak punya sebuah peradilan yang berasaskan syariat untuk melawan kezaliman yang menimpa mereka.

Dan hukum buatan manusia ini sering dipengaruhi oleh dorongan hawa nafsunya dan syarat dengan ragam kepentingan dirinya. Siapapun yang jujur pasti akan mengakui bahwa negeri ini makin terpuruk. Nyaris di semua bidang.

Ada rasa keinginan untuk berhukum dengan hukum Allah dan syariat Islam, akan tetapi ke mana harus pergi? Apakah ada peradilan syariat di dunia ini yang bisa mengentaskan kezaliman?

Solusi satu-satunya adalah jelas mengembalikan semua urusan dan persoalan kepada Allah SWT dan rasul-Nya adalah kewajiban kaum Mukminin, apalagi menyangkut urusan kehidupan banyak orang, seperti perundang-undangan wajib menggunakan syariat Islam. Lagi pula tidak ada yang lebih baik dari syariat Islam. Karena syariat Islam berasal dari Allah SWT pencipta manusia. Dan sebagai pencipta pasti Allah yang lebih tau apa yang hambaNya butuhkan. Wallahu a'lam bishshawab. []


Oleh: Nurul Bahria Tanjung, S.Pd
(Aktivis, Anggota Majelis Taklim Islam Kaffah)

Posting Komentar

0 Komentar