Islam Kerap Kali Dilecehkan, Normal atau Fatal?

TintaSiyasi.com-- Semakin hari, semakin banyak penggemar dunia hiburan korean wave. Salah satu stasiun televisi hiburan Korea yaitu Mnet, saat ini sedang mendapat kencaman dari berbagai kalangan, hal ini dikarenakan tindakannya yang melecehkan agama Islam dengan cara menjadikan azan sebagai lagu atau me-remix azan.

Dilansir dari Suara.com (9/9/2021), tagar Adzanbukanmainan nangkring di trending topic Twitter pada Kamis (9/9/2021), sebagai bentuk luapan rasa kesal warganet terhadap stasiun televisi Korea Mnet, buntut suara remix azan dalam video pembuka acara survival Street Woman Fighter. Kontroversi dugaan remix suara azan ini mencuat seiring beredarnya video pembukaan Street Woman Fighter di media sosial. Muncul spekulasi bahwa musik latar video tersebut merupakan suara azan yang telah diedit sehingga menyerupai musik remix.

Walhasil, Mnet pun dianggap melecehkan agama Islam dengan mempermainkan suara azan. Warganet pun ramai-ramai meminta stasiun televisi itu untuk meminta maaf.
Banjir protes dan hujatan dari warganet, Mnet pun melayangkan permintaan maaf. Lewat unggahan akun Instagram, mereka menjelaskan bahwa lagu tersebut terdaftar di situs streaming resmi. "Atas nama tim produksi Mnet Street Woman Fighter, kami menyampaikan permintaan maaf yang tulus terkait soundtrack yang digunakan dalam pembukaan episode pertama Street Woman Fighter," ujar Mnet. "Lagu tersebut merupakan soundtrack elektronik yang terdaftar resmi di situs streaming resmi. Tim produksi berpendapat bahwa suara elektronik dari lagu tersebut cocok sebagai musik latar program. Kami tentu tidak memiliki niat lain," imbuhnya. Pihak Mnet pun berjanji bakal mengganti musik latar yang digunakan dalam video yang telah diunggah.

Memangnya separah apa sih, lagian kan itu tujuannya untuk hiburan? Mungkin ada yang berfikir begitu, tapi tidak bagi umat Islam, karna bagi umat Islam, agama bukanlah mainan, apalagi ini yang di permainkan adalah azan. Bagi umat Muslim, azan digunakan sebagai seruan untuk memanggil mereka melaksanakan kewajiban yaitu shalat lima waktu. Saat azan berkumandang kita juga dianjurkan untuk diam mendengarkan, bukankah dari sini kita bisa mengetahui kalau azan sendiri derajatnya sangat tinggi. 

Lantas apakah dengan meminta maaf hal itu akan selesai? Bagi umat Muslim tentu saja tidak, kenapa? Karena itu termasuk melecehkan agama Islam, dan agama bukan mainan.


Kapitalisme Tumbuh Suburkan Pelecehan Agama

Dahulu kala, Kerajaan Inggris hendak mengadakan pertunjukan seni yang disinyalir menista Islam. Namun, pertunjukan tersebut tidak terselenggara sebab Sultan Hamid selaku Khalifah di Daulah Islam Utsmaniyah mengancam akan mengirimkan pasukan ke Inggris jika pertunjukan tersebut tetap dilangsungkan.

Kapitalisme sekulelarisme yang diterapkan oleh Barat (Eropa dan Amerika) dan kemudian disebarluaskan ke seluruh penjuru dunia, mengajarkan paham kebebasan (tanpa terikat norma agama). Terlebih, mereka seolah-olah punya sentimen lebih terhadap Islam. Seringkali mereka yang menggabungkan HAM  (Hak Asasi Manusia) menista dan melecehkan ajaran Islam serta kaumnya. Perbuatan seperti ini adalah perbuatan fatal. Menodai toleransi beragama dan menampakkan telah menjadi watak buruk dari kapitalisme sekularisme.

Fakta tersebut terjadi sejak dahulu kala. Bedanya, dahulu kaum Muslimin memiliki khalifah yang berfungsi sebagai penjaga agama dan pengurus urusan umat. Sehingga, kemuliaan Islam dan kaum Muslimin tidak mudah dilecehkan seperti hari ini.

Sedangkan hari ini, kaum Muslimin belum memiliki kembali sosok khalifah yang menjadi junnah (perisai) sekaligus raa'in (pelayan umat). Jika tak segera ditindaklanjuti dengan serius, pelecehan terhadap Islam dan kaum Muslimin akan senantiasa berulang. Bahkan mereka dengan sombongnya telah menghina manusia agung sejagat raya, yakni Rasulullah SAW.

Wahai kaum Muslimin, sudah saatnya kalian bangkit dan bersatu untuk meninggikan kembali hak Allah dan Rasul-Nya. Yakni dengan memperjuangkan tegaknya syariah Islam kaffah dalam naungan Daulah Khilafah Islamiyah. Wallahu a'lam bishshawab. []


Oleh: Ade Ratna
(Sahabat TintaSiyasi)

Posting Komentar

0 Komentar