Ajengan YRT: Gagasan Semua Agama Sama Adalah Ide Sampah


TintaSiyasi.com -- Mudir Ma'had Khadimus Sunnah Bandung Ajengan Yuana Ryan Tresna mengatakan, pernyatan Panglima Komando Cadangan Strategis Angkatan Darat (Pangkostrad) Dudung Abdurachman, mengatakan semua agama sama di mata Tuhan adalah ide sampah yang usang.

"Gagasan semua agama sama atau sama-sama mengajarkan kebaikan adalah ide sampah yang usang," tuturnya kepada TintaSiyasi.com, Sabtu (18/9/2021).

Ia mengungkapkan, gagasan tersebut dulu dengan bangga dibawa oleh kalangan pembaharu yang menamakan diri mereka dengan "Islam liberal". Selain secara lisan, ia melihat, mereka juga mengeluarkan tulisan dan buku yang mencoba memberikan landasan normatif/teks syariat yang dipaksakan.

"Gagasan ini sepi peminat, bahkan harus berhadapan dengan arus besar umat Islam. Puncaknya, tahun 2005 MUI keluarkan fatwa haramnya ide pluralisme, sekularisme dan liberalisme agama. The end," ujarnya.

Namun, ia mengatakan, dagangan yang tak laku tersebut, sekarang kembali didaur-ulang dengan dukungan media masa, para buzzer yang militan dan kekuasaan. Lebih lanjut ia mengungkapkan, sejak empat tahun lalu, kekuasaan sangat berambisi dalam menyebarkan gagasan tersebut dengan wajah baru, yakni moderasi beragama. 

"Moderasi beragama hakikatnya pengemasan ulang dari produk lama yang sudah jadi sampah," ungkapnya.

Ia menyangkan adanya tokoh kalangan Muslim justru ikut serta memberikan pembelaan kepada gagasan sampah busuk tersebut. Padahal, kalangan tersebut memiliki kekayaan turats (warisan ilmu) yang berlimpah. 

"Seharusnya potensi tersebut diarahkan untuk menegakkan garis lurus di tengah garis bengkok. Bukan malah ikut bengkok karena godaan gemerlapnya kekuasaan," pungkasnya.[] Rasman

Posting Komentar

0 Komentar