Penistaan Agama Mengundang Murka Sang Pencipta


TintaSiyasi.com-- YouTube merupakan salah satu platform berbagi video yang paling  populer di dunia saat ini. Menjadi seorang YouTuber pun membuka peluang usaha yang dapat memberikan penghasilan melimpah hanya dengan rutin dan intens menggugah video di sana. Ditambah dengan banyaknya subscriber, puluhan juta rupiah pun dapat diterima oleh YouTuber setiap bulannya. 

Dengan tawaran yang menggiurkan seperti ini serta adanya popularitas yang mungkin didapatkan, maka YouTuber menjadi profesi yang menjanjikan, banyak digandrungi dan diminati oleh generasi millenials dan z sekarang ini. Namun belakangan ini YouTuber pun menjadi daya tarik bagi semua kalangan dan semua jenis usia. Terlebih di masa pandemi ini, ekonomi menurun jadi ancaman, penghasilan rumah tangga melemah jadi beban, lapangan pekerjaan susah jadi banyak pengangguran. Sehingga YouTuber menjadi alternatif profesi yang bisa diandalkan. 

Konsep video yang diunggah pun bermacam ragam sesuai dengan passion dan gaya mereka masing-masing dalam mengembangkan kreativitasnya. Jika unggahan videonya memuat sesuatu yang berfaedah akan memberikan kebaikan bagi dirinya dan viewer pada umumnya. Sebaliknya jika videonya unfaedah justru akan menjadi bumerang bagi dirinya dan kekesalan viewer pastinya. 

Ada seorang YouTuber yang akhir-akhir ini menjadi perbincangan publik. Pasalnya, ia diduga telah menistakan agama Islam lewat konten yang diunggah di kanal YouTube pribadinya MuhammadKece. Video-video unggahannya kebanyakan berisi ceramah yang dinilai penuh dengan kontroversi karena menyudutkan agama Islam. 

Berikut ini beberapa pernyataan M Kece yang dianggap telah menghina dan menistakan Islam, antara lain yaitu pertama, mengganti kata Allah dalam salam dan hamdalah dengan kata Yesus. Kedua, mengatakan Nabi Muhammad SAW sebagai pengikut dan dekat dengan jin. Terjemahan Al-Qur'an surah Al-Jinn ayat 19 yang dijadikan bahan penafsiran dalam kontennya. Ia mengatakan ajaran Islam dan Nabi Muhammad SAW tidak benar sehingga harus ditinggalkan. Ketiga, menguak fakta seputar Kitab Kuning yang menyesatkan dan menimbulkan paham radikal. Ini diunggah dalam videonya yang berjudul 'Kitab Kuning Membingungkan'. Keempat, mengatakan shalat dalam Islam itu bukan perintah Tuhan, tapi ajaran dari Syekh Nawawi Albantani (suara.com, 22/8/2021).

Dari sumber lain masih banyak ucapan M Kece yang terang-terangan menistakan agama Islam. Sontak saja pernyataan dan konten ceramahnya ini menimbulkan kegelisahan dan kemurkaan umat Islam. 


Penista Agama Memang Pantas Dimurka

Menteri Agama (Menag) Yaqut Cholil Qoumas dibuat geram mengetahui informasi ini karena pernyataannya sudah melanggar norma-norma toleransi dan keyakinan agama Islam. 

Hal senada juga disampaikan Sekjen PBNU Helmy Faishal Zaini yang juga turut murka dengan mengecam pernyataan M Kece telah memenuhi unsur ujaran kebencian (hate speech). Dan kedua-duanya juga meminta pihak kepolisian segera bertindak menyusut tuntas si penista ini (jogja.suara.com, 22/8/2021).

Begitu juga kecaman dan reaksi dari Wakil Ketua Umum MUI Anwar Abbas yang meminta pihak kepolisian sesegera mungkin menangkap yang bersangkutan, memproses, dan menggiring ke pengadilan, ujarnya lewat saluran YouTube miliknya (CNN Indonesia, 23/8/2021).

Para ulama juga angkat suara, salah satunya Ustadz Fatih Karim yang mengatakan tegas 'Tangkap setan berbentuk manusia ini' di status Instagram miliknya. Statement tajam seperti ini memang sepantasnya disematkan pada si penista agama. Lain lagi jikalau menelusuri kekesalan umat Islam seluruhnya pasti rasa marah mereka ketika Allah dan Nabi dihina akan mengundang kemurkaan yang amat dahsyat. 

Akibat perbuatan tersebut, M Kece resmi dilaporkan ke Bareskrim Polri. Pihak kepolisian berkoordinasi dengan Kementerian Informasi dan Informatika (Kominfo) untuk mengusut tuntas  dengan mengumpulkan barang bukti berupa video-video unggahannya yang diperlukan dalam proses penyidikan.

Berita ter-update yang dirangkum dari channel YouTube tvOneNews mengabarkan M Kece berhasil ditangkap dari titik persembunyiannya di kawasan Badung Bali pada hari Selasa (24/08/2021) pukul 19.30 waktu setempat. Kemudian M Kece langsung di bawa ke Jakarta dan digiring ke gedung Bareskrim Polri pada Rabu sore (25/08/2021) guna menjalani tahap penyelidikan lanjutan. 

Terkait tiga barang bukti yang dikumpulkan kepolisian berupa video yang berisi konten menistakan agama, keterangan 3 saksi ahli (bahasa, hukum agama dan teknologi informasi) serta keterangan dari pelapor telah menaikkan status penyelidikan ke level penyidikan. M Kece disangkakan dengan pasal 156a KUHP tentang penistaan agama. 

Dengan adanya penangkapan ini masyarakat mungkin bisa berlega sedikit dan menyerahkan segala penyidikan kepada pihak berwajib. Dengan harapan si penista yang meresahkan ini mendapat hukuman setimpal dengan mulut penuh noda tersebut. Namun harus tetap dikontrol dan diawasi agar penyidikan berlangsung transparan. 


Liberalisme Menyuburkan Penista Agama

Jika ditelusuri, kasus penodaan terhadap agama bukan kali ini saja terjadi di Indonesia. Deretan kasus serupa berulang kali terjadi di negeri ini yang mengadopsi paham kebebasan. Mengherankan memang dari kasus serupa hanya agama Islam yang kerap jadi sasaran penodaan dengan beragam bentuk dan ekspresinya. "Zaman now penista agama Islam semakin berani aja?" ungkap seorang politisi PKS yang juga merupakan Alumni UIN Syarif Hidayatullah, Refrizal melalui cuitan di akun twitternya dilansir dari seputartangsel.com, (23/08/2021).

UU Penodaan Agama yang diadopsi dalam menjerat setiap kasus penistaan Agama sebenarnya adalah kekeliruan dan ketidakjelasan yang sangat mendasar. Mulai dari tidak jelasnya kriteria apa saja yang harus terpenuhi untuk dapat mengkualifikasi suatu perbuatan sebagai penodaan agama. Sesuatu yang dianggap seseorang menodai agama belum tentu orang lain menganggap sebagai penodaan juga. Seterusnya ketidakjelasan juga dari cara membuktikan penodaan agama tersebut. Maksudnya siapa yang memegang otoritas untuk menentukan penodaan agama telah terjadi, jika diserahkan ahli agama boleh jadi mereka juga memiliki perbedaan pendapat dalam menanggapinya. 

Kekeliruan dan ketidakjelasan inilah yang pada akhirnya menimbulkan multitafsir dan interpretasi masing-masing pihak yang memakai UU ini. Ditambah dengan serangan ide kebebasan beragama yang menyebabkan negara gagal menjaga akidah masing-masing rakyatnya. Sehingga wajar menyebabkan kesalahan  bersikap dalam menetapkan vonis bagi penista. Bahkan sering kali menimbulkan diskriminasi terhadap agama yang dinoda/dinista tersebut. Jadi sulit sekali membedakan, ini kebebasan beragama atau penodaan agama? 


Islam Memiliki Hukum Tegas bagi Penista Agama

Semua bentuk penistaan terhadap Islam merupakan dosa besar. Menurut al-Qurthubi penodaan atau celaan terhadap Islam adalah menisbahkan apa yang tidak pantas pada Islam serta meremehkan bagian ajaran agama yang telah ditegaskan kebenaran pokoknya dan kelurusan cabangnya secara qath'i

Baik penodaan itu ditujukan menghina Allah, merendahkan martabat atau menyifati Nabi Muhammad dengan lainnya, mengolok-olok ayat Al-Qur'an serta menuduh ajaran-ajaran Rasulullah kriminal dan mengingkari hukum-hukum yang dibawanya. 

Hukuman yang pantas jika pelakunya Muslim, bisa mengeluarkan dirinya dari Islam dan menyebabkan dia kembali pada kekafiran atau murtad dan berlaku hukuman bagi orang murtad yaitu hukuman mati jika disertai i'tiqad (keyakinan). Jika tidak disertai i'tiqad maka pelakunya minimal telah melakukan perbuatan fasik dan dosa besar. 

Tapi jika pelaku seorang kafir harbi maka berlaku hukum perang karena hubungan dengan mereka memang hubungan perang atau jihad. Namun jika pelaku seorang kafir dzimmi maka akan ditegakkan hukum mati karena sudah tidak ada lagi dzimmah (perlindungan) atas mereka. 

Allah SWT berfirman, "Dan jika mereka melanggar janji setelah ada perjanjian, dan mencerca agamamu, maka perangilah pemimpin-pemimpin kafir itu. Sesungguhnya mereka adalah orang-orang yang dapat dipegang janjinya, mudah-mudahan mereka berhenti." (QS. At-Taubah ayat 12).

Dalam ayat lain juga disebutkan, "Dan jika kamu tanyakan kepada mereka, niscaya mereka akan menjawab, "Sesungguhnya kami hanya bersenda gurau dan bermain-main saja." Katakanlah, "Mengapa kepada Allah dan ayat-ayat-Nya serta Rasul-Nya kamu selalu berolok-olok?" Tidak perlu kamu meminta maaf, karena kamu telah kafir setelah beriman. Jika Kami memaafkan sebagian dari kamu (karena telah tobat), niscaya Kami akan mengazab golongan (yang lain) karena sesungguhnya mereka adalah orang-orang yang selalu berbuat dosa." (QS. At-Taubah ayat 65-66).

Dari ayat ini dapat kita ambil kesimpulannya, yakni kita harus memuliakan dan mengagungkan Allah SWT dan Rasulullah SAW. Siapa saja yang menghina keduanya maka dia kafir. Kemudian kita juga harus mengagungkan Al-Qur'an karena Al-Qur'an adalah firman dan kalamullah sekaligus risalah yang dibawa Rasulullah SAW. Seterusnya konsekuensi bukti cinta kita kepada Allah SWT dan Rasulullah SAW adalah dengan memuliakan agama Islam, tidak mencela, menghina dan melecehkan Islam. 

Terlepas dari isu status agama ganda Youtuber M Kece, sudah gamblang secara terang-terangan ia menista dan melakukan penodaan terhadap agama Islam. Jelas sekali ia termasuk kekufuran yang pantas mendapatkan hukuman mati. Hukum ini benar-benar efektif ditegakkan oleh negara yang menerapkan Islam. Pasca runtuhnya negara khilafah, akidah umat Islam tidak terjaga. Penistaan demi penistaan akan terus datang silih berganti. Maka ini adalah musibah besar yang menimpa umat Muhammad SAW saat ini. Seharusnya hal tersebut semakin menyadarkan umat bahwa Khilafah Islam lah yang mampu menjaga dan memelihara Islam serta kaum Muslimin. Membasmi dan mencegah penistaan agama menjadi sangat wajib untuk segera diwujudkan. Wallahu a'lam bishshawab. []


Oleh: Siti Alfina, S.Pd.
(Aktivis Muslimah)

Posting Komentar

0 Komentar