Kedai Kopi Kaji dan Sujok Indonesia: Menjadi 'Dokter' Keluarga

TintaSiyasi.com-- Pandemi Covid-19 tidak hanya berdampak langsung pada keselamatan dan kesehatan masyarakat. Tapi juga berdampak pada jalannya roda kehidupan perekonomian. Bahkan pertumbuhan perekonomian sempat minus. Bagi sebagian besar perusahaan, seretnya roda ekonomi ini telah menganjlokan pendapatan dan terkadang harus berakhir gulung tikar. 

Pada satu sisi, pengusaha tertekan dengan omset yang hampir nihil. Dan pada sisi yang lain, mereka juga tertekan dengan kondisi kesehatan diri dan keluarga dari kemungkinan penularan virus SarsCov2 tersebut. Karena itulah Komunitas #KedaiKopiKaji yang merupakan komunitas beranggotakan para pengusaha dan calon pengusaha Muslim mengadakan agenda #NgopiKaffah edisi special. Dengan menggandeng Sujok Indonesia, #NgopiKaffah edisi spesial mengambil tema: Menjadi ‘Dokter’ Keluarga. Agenda dilakukan secara daring pada 22 Agustus 2021 dengan dihadiri sekitar 50 peserta dari berbagai daerah di Indonesia. Sebagai narasumber adalah Master Heriza Budiman, seorang akupunturis dan therapis serta pemegang International Sujok certified. 

"Secangkir Kopi Inspirasi #KedaiKopiKaji
Tiada #NgopiKaffah tanpa Secangkir Kopi Inspirasi #KedaiKopiKaji". Inspirasinya terkait pindahan rumah seseorang yang hanya berbeda 1 nomor saja. Yaitu pindahan dari nomer rumah nomer 23 ke nomer 22. Sangat dekat. Dengan perabotan rumah tangga yang tidak banyak dan jarak yang tidak jauh, ternyata pindahan rumah itu memerlukan waktu 2 hari untuk sampai kondisi rapi dan nyaman ditempati. 

Apa inspirasinya? Jika untuk pindahan rumah yang dekat dan perabotan yang standar saja perlu waktu 2 hari, maka bagaimana susahnya jika pindahan itu dengan jarak yang sangat jauh? Apalagi kalau pindahannya ke alam akhirat? Pasti sangat berat dan susah. Karena itu, sungguh benar sabda Rasulullah SAW:

عن أبي بَرْزَةَ نَضْلَةَ بن عبيد الأسلمي -رضي الله عنه- مرفوعاً: «لا تَزُولُ قَدَمَا عَبْدٍ يَومَ القِيَامَةِ حَتَّى يُسْأَلَ عَنْ عُمُرِهِ فِيمَ أَفْنَاهُ؟ وَعَنْ عِلْمِهِ فِيمَ فَعَلَ فِيهِ؟ وَعَنْ مَالِهِ مِنْ أَيْنَ اكْتَسَبَهُ؟ وفِيمَ أَنْفَقَهُ؟ وَعَنْ جِسْمِهِ فِيمَ أَبْلَاهُ؟

"Dari Abu Barzah Naḍlah bin Ubaid Al-Aslami -raḍiyallāhu 'anhu- secara marfū', (Nabi bersabda), "Kedua kaki seorang hamba tidak akan bergeser pada hari kiamat kelak hingga ditanya tentang umurnya, untuk apa ia habiskan? Tentang ilmunya, untuk apa ia pergunakan? Tentang hartanya, dari mana ia peroleh dan untuk apa ia belanjakan? Dan tentang tubuhnya, untuk apa ia pergunakan?" (HR. at-Tirmizi dan ad-Darimi).

Karena itu, para pengusaha Muslim harus tetap berusaha sehat di masa pandemi ini agar tetap bisa beribadah maksimal, meski tertekan dengan merosotnya omset.


Potensi Manusia

Master Heriza Budiman menyampaikan bahwa sejatinya manusia itu memiliki potensi penyembuhan diri (self-recovery). Pada binatang dan tumbuhan, saat terjadi infeksi kuman, patahan dan sebagainya maka secara mandiri akan melakukan perbaikan/penyembuhan sebagai bagian dari potensi yang telah diberikan Allah SWT. Namun kehidupan manusia saat ini lebih mempercayai pada obat-obatan dan kurang mengoptimalkan potensi self-recovery tersebut.

Salah satu potensi tersebut adalah spiral energy. Dalam alam semesta, spiral energy itu tampak pada konstruksi tata surya. Spiral energy juga tampak pada pusaran gelombang laut, awan, angin atau pada tanaman. Ternyata bahwa tubuh manusia itu membentuk jaringan spiral energy. Bentuk spiral terlihat pada organ tubuh seperti saluran pencernaan, plasenta, jaringan otak, jaringan pembuluh pada tangan, jaringan pembuluh pada kaki, struktur protein dan bahkan DNA. Ketika tubuh bergerak normal dalam bentuk spiral, maka hal itu akan membawa harmonisasi dan sejalan dengan energi alam.

Pergerakan manusia seperti berjalan, duduk, berdiri, berlari atau bahkan tidur sekalipun, sejatinya adalah gambaran dari spiral energy manusia pada posisi nyaman yang dipengaruhi oleh empat komponen: mind (pikiran), body (kondisi tubuh), life (kondisi sosial) dan soul (kondisi psikologi). Ketika salah satu dari keempatnya terganggu, maka akan terjadi gangguan pada manusia sehingga spiral energy akan menyesuaikan. Perlu diketahui bahwa potensi sakit (gangguan) itu bisa berasal dari mind, posture, food maupun environment.

Pada sisi lain, perlu diketahui juga tentang potensi sehat yaitu memahami potensi diri dengan aktifasi energy network tersebut dan melakukan aktifitas pergerakan: pergerak linier (satu dimensi), pergerakan circular (dua dimensi) maupun pergerak spiral (tiga dimensi). Pergerakan itu melibatkan persendian tubuh dan setiap persendian tubuh terhubung dengan organ-organ tubuh manusia secara spesifik melalui spiral energy tersebut. 


Tips Praktis

Kepala adalah area pusat ‘komando’ dan respon dari tubuh. Informasinya disalurkan lewat leher. Karenanya, sangat perlu dilakukan pemeriksaan pada leher tersebut. Caranya: Gerakan (tekuk) leher pada 4 arah yang berbeda (depan, belakang, kanan, kiri) secara perlahan. Rasakan, mana posisi yang paling nyaman. Ulangi gerakan pada arah yang nyaman tersebut dan tahan selama 30 detik. Kemudian kembali pada posisi awal (tegak) dengan menghirup udara secara mendalam dengan kondisi mulut tertutup. Hembuskan perlahan udara tersebut dan rasakan perbedaannya. Jika terasa perbedaan tersebut, berarti terapi tersebut adalah benar. Ulangi lagi dan demikian seterusnya. Begitulah tips praktisnya. Lebih lanjut, bisa dikonsultasikan pada praktisi Sujok Indonesia.

Walhasil, meski dalam kondisi tekanan ekonomi, seorang pengusaha Muslim haruslah tetap berikhtiar sehat dan menjadi ‘dokter’ bagi diri serta keluarganya. Juga bermental gesit dalam menjalankan bisnisnya disertai dengan ‘kehausan’ untuk mendapatkan kehalalan dan keberkahan. Optimis, insyaallah halal dan berkah. []


Oleh: M. Budi Prasetyo
(Komunitas Kedai Kopi Kaji)

Posting Komentar

0 Komentar