Gus Tuhu: Kita Harus Hijrah! Tinggalkan Peradaban Sampah Sekuler



TintaSiyasi.com-- Menyambut tahun baru Islam Muharam 1443 Hijriyah, Pengasuh Majelis Taklim Probolinggo Gus Tuhu mengajak untuk hijrah meninggalkan peradaban sampah sekuler.

"Kita harus hijrah meningggalkan peradaban sampah (ideologi sekuler) menuju peradaban jaya, peradaban gemilang dibawah panji Rasulullah SAW,” jelasnya dalam Kajian Islam Tematik Edisi ke-59: Hijrah Peradaban Sampah, Senin (16/8/2021) di kanal YouTube Bromo Bermartabat.

“Peradaban yang dikendalikan oleh ideologi sekuler di seluruh dunia hari ini adalah peradaban sampah, maka urgensi hijrah menjadi amat sangat relevan," imbuhnya.

Ia menjelaskan, yang dimaksud peradaban itu adalah pemikiran dan tingkah laku, bukan peradaban fisik. Adapun pemikiran seperti ideologi dan kumpulan pemahaman tentang kehidupan yang kemudian melahirkan pola hidup serta tingkah laku manusia disebut hadlarah.

“Sementara peradaban fisik, berupa alat-alat teknis serta sarana prasarana kehidupan adalah bersifat universal tidak ada hubungannya dengan ideologi atau agama. Kaum Muslim bisa menambil dari mana saja,” jelasnya.

Oleh karena itu, Gus Tuhu menambahkan, yang bernilai sampah berbahaya tidak bisa di daur ulang daya destruksinya bisa berdampak kesengsaraan permanen di akhirat kelak. 

'‘Sehingga bagi orang yang faham wajib merasa 'jijik' untuk mengambilnya dan bahkan hidup di dalamnya” tambahnya.

Ia memperjelas, konteks hijrah bukanlah sekedar pindah tempat, melainkan meninggalkan peradaban sampah sambil menyongsong kehidupan Islami di masa depan. Ia mengatakan seorang muhajir tidak sekedar hijrah pribadi, melainkan juga harus menjadi bagian yang menghijrahkan orang lain. 

"Hijrah adalah tuntutan kehidupan dan tuntutan agama. Bagi seorang yang beriman, panggilan hijrah secara normatif maupun faktual lebih kuat mendorongnya untuk wajib hijrah," paparnya.

Gus Tuhu mengutip ayat dalam Al-qur’an surah Al Baqarah 208, Allah SWT telah menyeru:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آَمَنُوا ادْخُلُوا فِي السِّلْمِ كَافَّةً وَلَا تَتَّبِعُوا خُطُوَاتِ الشَّيْطَانِ إِنَّهُ لَكُمْ عَدُوٌّ منين. 

Wahai orang-orang yang beriman! Masuklah ke dalam Islam secara keseluruhan, dan janganlah kamu ikut langka-langkah setan. Sesunguh,ia musuh yang nyata bagimu. (TQS. Al Baqarah: 208)

“Panggilan Allah ta’ala pada ayat ini sangat jelas, agar setiap mukmin masuk ke dalam ajaran Islam secara total. Jika tidak total, maka berarti sedang mengikuti langkah-langkah syetan. Jadi aturan kehidupan yang bukan berasal dari Allah ta’ala pada hakikatnya adalah langkah-langkah syetan,” pungkasnya. [] Lukman Indra Bayu

Posting Komentar

0 Komentar