Sistem Islam Memberikan Pelayanan Kesehatan Terbaik


TintaSiyasi.com-- Dikutip dari Gala Jabar, kepercayaan masyarakat terhadap pelaksanaan vaksinasi Covid-19 untuk pencegahan dan peningkatan imunitas tubuh sudah mulai turun. Hal itu diketahui setelah Ketua Fraksi PKB DPRD Kabupaten Bandung Hj. Renie Rahayu Fauzi menemui sejumlah warga di desa Cibodas Kec. Solokan Jeruk Kab. Bandung, Jumat 16 Juli 2021.

Ia menemui masyarakat untuk meminta informasi bagi warga yang sudah maupun belum divaksin Covid-19. Akan tetapi, ternyata kepercayaan masyarakat semakin tinggi dan tumbuh setelah mereka melaksanakan vaksinasi tuturnya.

Ia mengakui untuk mengumpulkan warga dengan target pelaksanaan vaksinasi antara 200-400 orang perhari sempat susah karena mereka ketakutan. Namun saat ini setelah ada di antara mereka yang mendaftarkan diri untuk pelaksanaan vaksin 310-600 orang perhari. Itu tidak semuanya bisa divaksin. Yang tidak bisa divaksin diantaranya karena darah tinggi dan sebab lainnya, sehingga harus menunggu kondisi kesehatan mereka benar-benar fit.

Bupati Bandung Dadang Supriatna menyebutkan ada 3 poin penting bagaimana vaksinasi bisa dilaksanakan, yaitu tenaga vaksinasi, sasaran vaksinasi dan vaksin itu sendiri. Ketiadaan salah satunya menyebabkan kegiatan vaksinasi tidak bisa dilakukan. Target kita itu akhir Desember atau awal Januari 2022, 80% penduduk selesai menerima vaksin, beber bupati Dadang Supriatna di Soreang, Jumat (16/7/2021). 

Vaksinasi Covid-19 saat ini tengah gencar dilakukan oleh negara-negara di seluruh dunia. Namun rentan menimbulkan problematika baru terutama ditinjau dari aspek kehalalan. Mayoritas ulama berdasarkan kaidah fiqh telah bersepakat bahwa bila tidak ada vaksin lain yang tersedia dan penyakitnya memiliki efek serius bagi kesehatan maka vaksin yang tersedia dapat dipertimbangkan (Republika).

Dalam Islam menurut Ustaz Kusyairi seorang Muslim harus berkeyakinan bahwa hakikatnya yang menyembuhkan adalah Allah SWT. Meski begitu seorang Muslim harus berikhtiar dan memprioritaskan pencegahan daripada tindakan kuratif atau pengobatan. 

"Setiap penyakit ada obatnya apabila obat itu tepat untuk suatu penyakit, penyakit itu akan sembuh dengan izin Allah Azza Wajalla." (HR. Muslim).

Dalam sistem Islam, negara berperan besar untuk memberikan pelayanan kesehatan kepada rakyatnya. Tentunya dengan pelayanan yang berkualitas, aman dan mudah untuk diakses oleh semuanya.  Alhasil rakyat pun tak akan bingung dan takut untuk berobat. Terlebih saat pandemi, negara akan berusaha menyelesaikannya secara tuntas. Keselamatan rakyat akan menjadi prioritas.

Hal ini berbeda dengan sistem kesehatan dalam kapitalisme, penguasa begitu abai dalam memperhatikan rakyatnya. Semua sektor dikapitalisasi termasuk kesehatan. Berapa banyak jumlah nyawa melayang akibat biaya kesehatan yang tinggi dan penanganan pandemi yang salah. Padahal jabatan mereka adalah amanah yang akan dimintai pertanggungjawaban kelak di akhirat. 

Sungguh kita merindukan pemimpin dan sistem yang amanah, yang akan menyejahterakan rakyat. Sistem Islam yang diterapkan secara kaffah dalam negara. 
Wallahu a'lam bishshawab. []


Oleh: Arbeti
(Ibu Rumah Tangga)

Posting Komentar

0 Komentar