Pengamat: Sistem Ekonomi Islam Tidak Butuh Investasi Asing



TintaSiyasi.com-- Menyelisik  investasi asing dalam pemindahan ibu kota negara, Pengamat Ekonomi Dr. Arim Nasim, S.E., M.Si., AK., CA menyatakan, sistem ekonomi Islam tidak memerlukan investasi asing.

“Sistem ekonomi Islam tidak akan pernah ada kebutuhan investasi asing gitu kan, kenapa? Karena fakta  menunjukan dana dalam negeri itu sangat cukup. Kenapa? Karena memang kalau kita lihat sumber APBN-nya itu sangat banyak,“  ungkapnya dalam Islamic Lawyer Forum: Menyelisik Investasi Asing dalam pemindahan IKN (Ibu Kota Negara) di channel  Youtube Mustanir Media,  Sabtu,(10/7/2021).

Dr. Arim menyebutkan, sumber Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) bukan hanya didapatkan dari sumber daya alam, tetapi ada banyak jenis sumber pemasukan lain yang bisa digunakan untuk pembiayaan negara.

“Walaupun sumber daya alam merupakan sumber yang utama, tetapi kalau kita  saksikan APBN dalam ekonomi Islam ini ada dua belas sumber yang bisa dijadikan oleh negara untuk membiayai  kegiatan-kegiatan negara," imbuhnya.

Ia menambahkan, paradigma Islam dalam mengelola sumber daya alam adalah me-ri'ayah atau mengurus rakyat

”Paradigma yang digunakan oleh negara dalam mengelola sumber daya alam itu adalah paradigma ri'ayah, mengurus rakyat,” tambahnya.

Dr. Arim menjelaskan, dalam Islam aktivitas eksplorasi pertambangan tidak akan menyengsarakan rakyat, karena semua akan diperhitungkan dampak negatifnya.

“Pasti semuanya itu akan diperhitungkan dampak negatif terhadap rakyat, kenapa? Karena investasi itu tujuannya untuk menyejahterakan rakyat, untuk memakmurkan rakyat, kalau investasi atau eksplorasi justru malah menyengsarakan rakyat , membuat rakyat menderita itu tidak ada guna dan manfaatnya,” pungkasnya.[] Sri Purwanti

Posting Komentar

0 Komentar