Kerusakan Generasi Muslim Akibat Sekularisme

TintaSiyasi.com-- Beberapa waktu yang lalu, seorang publik figur sontak menimbulkan pro-kontra terkait aktivitas menemani anak-anaknya menonton video porno. Beragam reaksi dilontarkan atas apa yang dilakukan oleh publik figur tersebut. Banyak pihak yang mendukungnya, tapi tak sedikit pula yang mengkritik dengan alasan video porno akan berdampak buruk bagi perkembangan anak-anak.

Detik.com (26/7/21) melansir, Penyanyi Yuni Shara bicara soal dirinya sikap dirinya jika anak-anaknya menonton film porno. Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) menilai film porno buruk bagi anak-anak. "Konten porno itu konten berbahaya. Dampak negatifnya serius bagi tumbuh kembang anak," kata Ketua KPAI, Susanto, Sabtu (26/6/2021). Susanto menilai konten porno tak boleh ditonton oleh anak-anak meski diawasi atau ditemani. Menurutnya, konten porno tetap memiliki dampak buruk. "Maka, konten porno tak boleh dilihat anak. Meski ditemani, menonton konten porno tak dibenarkan," ucapnya. Dia meminta orang tua berhati-hati dalam mendidik anak. Susanto meminta orang tua tetap memperhatikan etika perlindungan anak.

Sungguh sangat ironi. Pendidikan seks memang harus tetap diberikan pada anak. Akan tetapi harus dengan cara yang benar. Bukan dengan menonton film porno yang pasti membangkitkan syahwat. Pemerintah harus melakukan hal nyata dalam memberikan pendidikan seks pada rakyatnya yang khususnya masih dalam usia yang labil (usia anak-anak menju remaja). 


Biang Kerok Kerusakan adalah Kapitalisme Sekularisme

Tergerus arus kapitalisme sekulelarisme menyebabkan manusia merasa bebas membuat aturan sendiri. Seolah Allah SWT tidak mengawasi. Mereka lupa bahwa segala apa yang mereka kerjakan akan dimintai pertanggungjawaban di hari pembalasan kelak. Minimnya pengetahuan agama di kalangan para pemaham sekuler dan para pemaham liberalis membuat mereka berbuat sesuka nafsu. 

Mata adalah anugerah Allah yang sangat berharga bagi kita. Anugerah Allah yang sangat berharga ini tentunya Allah berikan kepada kita untuk kebaikan, bukan sebaliknya. Sebagai contoh untuk melakukan amar makruf nahi munkar, membaca Al-Qur'an dan laim-lain. Kelak di Yaumil Hisab, semua yang dilakukan oleh panca indra akan dimintai pertanggungjawaban. Untuk meraih amal shaleh, sudah menjadi kewajiban kita menggunakan mata untuk hal-hal yang mendatangkan kebaikan dan pahala. Sebagai laki-laki ataupun perempuan maka kita diwajibkan untuk menjaga pandangan. Sebagaimana firman Allah dalam Al-Qur'an surat An-Nur ayat 30:

قُل لِّلْمُؤْمِنِينَ يَغُضُّوا۟ مِنْ أَبْصَٰرِهِمْ وَيَحْفَظُوا۟ فُرُوجَهُمْ ۚ ذَٰلِكَ أَزْكَىٰ لَهُمْ ۗ إِنَّ ٱللَّهَ خَبِيرٌۢ بِمَا يَصْنَعُونَ

Artinya: “Katakanlah kepada orang laki-laki yang beriman: "Hendaklah mereka menahan pandanganya, dan memelihara kemaluannya; yang demikian itu adalah lebih suci bagi mereka, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang mereka perbuat.

Akurat.co (7/1/21) melansir, mengenai ayat tersebut, Wahbah Zuhaili dalam tafsirnya Al-Wajiz, memaparkan bahwa maksud dari ayat tersebut adalah berilah pengarahan dan katakan kepada umat Mukmin, yang masih memiliki keimanan yang dapat mencegah mereka terjerumus dalam perbuatan yang menodai keimanan mereka.

Yang dimaksud dengan menjaga pandangan adalah menjaga pandangan Mukminin dari aurat-aurat, wanita asing, anak kecil yang rupawan, yang mana itu ditakutkan menjadi fitnah jika melihatnya. Sementara maksud lainnya adalah menahan diri dari perhiasan dunia yang memperdayai dan menjerumuskan pada hal-hal yang diharamkan.

Kemudian juga diharuskan memelihara kemaluannya dari perbuatan jimak (hubungan badan) yang diharamkan baik itu melalui lubang depan atau qubul, lubang belakang atau dubur, atau selainnya serta usaha untuk memegang dan melihat kemaluannya.

Bahwasanya menjaga pandangan dari kemaluan adalah lebih suci, lebih baik, serta dapat meningkatkan amal-amal baik. Karena sesungguhnya orang yang menjaga pandangannya dari kemaluan, maka ia akan  tersucikan dari kejelekan yang mengotori para pelaku kemaksiatan. 

Kemudian juga, amalan-amalan orang yang menjaga pandangannya dari kemaluan akan menjadi bersih, karena telah meninggalkan sesuatu yang haram, yang mana itu disukai oleh hawa nafsu.

Barangsiapa yang meninggalkan suatu kejelekan karena Allah, niscaya Allah akan memberikan ganti baginya dengan sesuatu yang lebih baik darinya. Dan barangsiapa yang menjaga pandangannya dari sesuatu yang diharamkan, maka Allah akan menyinari mata hatinya. 


Solusi Islam dalam Masalah Pendidikan Seks 

Dalam mendidik anak ada komponen yang bertanggung jawab yaitu orang tua dan negara. Anak adalah amanah Allah yang dititipkan pada orangtua agar dididik menjadi shalih dan menjadi pejuang Islam. Orang tua mempunyai tanggung jawab membekali anak anak ilmu ilmu agama. Mendidik anak dengan sistem Islam bukan dengan sistem liberalisme dan sekularisme yang berasal dari Barat. 

Dalam hal ini negara mempunyai peran yang sangat penting. Yaitu menyiapkan dana untuk persiapan pendidikan anak anak. Menjauhkan generasi dari terpaparnya konten konten pornografi. Memanfaatkan media untuk ilmu pengetahuan. Menghindarkan generasi dari paparan miras dan narkoba yang akan merusak pikiran dan badan. Selain itu negara juga bertanggung jawab untuk menyiapkan dana pendidikan bagi generasi. Jika dana mencukupi dan para bapak mempunyai penghasilan yang cukup maka para ibu tidak harus bekerja ke luar rumah. Dan bisa fokus mendidik anak anak nya. Yaitu dengan pendidikan islam buka dengan pendidika ala liberalisme dan sekularisme. 

Yang pasti semua itu hanya bisa dilakukan dalam institusi negara yang bernama Khilafah Islamiyah. Satu-satunya sistem menjamin penuh generasi bangsa agar mendapatkan perlindungan dari paparan pendidikan ala Barat. Khilafah Islamiyah memberikan pendidikan dengan sistem Islam secara penuh. Wallahu a'lam bishshawab.[]


Oleh: Venni Hartiyah
(Sahabat TintaSiyasi)

Posting Komentar

0 Komentar