Islamofobia Mengorbankan Nyawa Muslim

TintaSiyadi.com-- Polisi di Provinsi Ontario Kanada mengatakan, seorang pengemudi dengan sengaja menyerang satu keluarga dengan alasan karena mereka Muslim. Serangan itu dikecam sebagai "tindakan kebencian yang tak bisa diungkapkan", selain bersikap islamofobia atau ketakutan dengan pemeluk agama Islam (bisnis.com, 8/6/2021).

Kejadian bermula saat lima anggota keluarga muslim itu sedang berjalan bersama di sepanjang trotoar. Mereka tengah menunggu untuk menyeberangi persimpangan. Sebuah truk pickup hitam menaiki trotoar dan menabrak keluarga tersebut. Dari lima orang anggota keluarga, sebanyak empat orang dinyatakan tewas (detik.com, 8/6/2021). Serangan itu dikecam sebagai sikap jiwa yang ketakutan terhadap pemeluk agama Islam.

Segera, Perdana Menteri Kanada Justin Trudeau pun menyatakan bahwa insiden itu “mengerikan” dan menggambarkan sebagai “tindakan kebencian”. Trudeau juga menyampaikan rasa simpatinya pada orang-orang yang dicintai para korban, termasuk korban yang selamat. Trudeau mengetwit di akun media sosialnya, “Kepada komunitas Muslim di London dan Muslim di seluruh negeri, ketahuilah bahwa kami mendukung Anda. Islamofobia tidak memiliki tempat di komunitas kami. Kebencian ini berbahaya dan tercela dan itu harus dihentikan.

Kecaman yang disuarakan tidak dapat menghentikan kekerasan terhadap Muslim akibat Islamofobia. Sehingga butuh tindakan yang nyata. Sejatinya Islamofobia adalah hal yang sengaja Barat tanamkan dalam benak umat untuk menjauhkan pandangan Islam. Karena nilai-nilai Islam yang dipegang erat dan aturan Islam mereka pandang sebagai penghambat. Maka dari itu segala upaya mereka lakukan agar cahaya Islam tidak terpancarkan. Dengan memberikan informasi yang salah di tengah publik sehingga mindset yang diperoleh pun keliru. 

Bentuk Islamofobia yang mereka suarakan ialah seperti diskriminasi terhadap pelaksanaan ibadah umat, pelarangan cadar, penguburan nilai-nilai Islam di tengah umat, sampai pembantaian. Hal itu dilakukan Barat agar umat jauh dari kemuliaan. Bahkan sekularisme merupakan upaya Barat untuk menjauhkan umat dari agamanya sendiri, sehingga umat merasa asing dengan agamanya. Maka dari itu tidak akan pernah bisa sistem hari ini memberikan kebaikan, malah hanya menghadirkan kerusakan-kerusakan. Alhasil, hal yang mustahil untuk umat Muslim diberikan perlindungan dan keadilan karena pada dasarnya umat Muslim menjadi sasaran empuk antek Barat. 

Baru-baru ini, sekitar 83 persen Muslim Skotlandia pernah mengalami serangan Islamofobia. Demikian laporan Kelompok Lintas Partai di Parlemen Skotlandia (CPG) merilis laporan terkait Islamofobia di Skotlandia (Republika.co.id). Media lokal Skotlandia, The National (29/6/2021) memberitakan adanya Islamofobia di Skotlandia merujuk Laporan Peter Hopkins (2021), akademisi dari Newcastle University. Isinya berupa laporan penyelidikan terhadap Islamofobia di Skotlandia yang dilakukan The Scottish Parliament’s Cross-Party Group (CPG) on Tackling Islamophobia. Dari 447 responden yang dimintai tanggapan, 83% responden Muslim mengatakan bahwa mereka mengalami Islamofobia secara langsung. Penyelidikan menemukan 75% Muslim mengatakan Islamofobia adalah masalah biasa atau sehari-hari di masyarakat Skotlandia dengan 78% percaya itu makin buruk. Angka itu naik menjadi 82% responden Muslim. Kemudian didapati serangan verbal dan fisik meningkat, terutama di transportasi umum. Ketika ditanya, di mana Islamofobia berlangsung? Jawaban paling umum adalah di depan ruang publik, seperti toko atau restoran, angkutan umum, lalu di tempat kerja dan tempat pendidikan.

Sebenarnya fakta Islamofobia bukan hal baru, sudah tampak sejak masa Rasulullah SAW. Kafir Makkah melakukan berbagai cara untuk menghalang-halangi dakwah Islam. Mereka pun melontarkan tuduhan keji terhadap Islam dan Rasulullah SAW sendiri.
Sebagaimana dikabarkan Allah SWT dalam firman-Nya, “Demikianlah, tidak seorang rasul pun yang datang kepada orang-orang yang sebelum mereka, melainkan mereka mengatakan, 'Ia adalah seorang tukang sihir atau orang gila'. Apakah mereka saling berpesan tentang apa yang dikatakan itu? Sebenarnya mereka adalah kaum yang melampaui batas.” (TQS: 51:52-53).

Sekarang para penyeru Islam tidak disebut tukang sihir. Ada istilah lain yang disematkan, namun memiliki konotasi sama sebagai ajaran yang buruk dan berbahaya. Maka, muncullah istilah baru seperti Islam agama teroris, radikal, kadrun dan lain-lain.

Allah SWT melarang memberikan jalan apa pun bagi orang kafir untuk menguasai orang-orang beriman dalam firman-Nya:

وَلَنْ يَجْعَلَ اللَّهُ لِلْكَافِرِينَ عَلَى الْمُؤْمِنِينَ سَبِيلًا

Dan sekali-kali Allah tidak akan pernah memberi jalan kepada orang-orang kafir untuk menguasai orang-orang mukmin.” (QS Al-Nisâ’ [4]: 141).

Larangan menjadikan orang kafir sebagai penguasa juga terdapat dalam ayat Al-Qur’an berikut,

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لَا تَتَّخِذُوا الْيَهُودَ وَالنَّصَارَى أَوْلِيَاءَ بَعْضُهُمْ أَوْلِيَاءُ بَعْضٍ وَمَنْ يَتَوَلَّهُمْ مِنْكُمْ فَإِنَّهُ مِنْهُمْ إِنَّ اللَّهَ لَا يَهْدِي الْقَوْمَ الظَّالِمِينَ

Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengambil orang-orang Yahudi dan Nasrani menjadi auliya bagimu; sebagian mereka adalah auliya bagi sebagian yang lain. Barang siapa di antara kamu mengambil mereka menjadi auliya, maka sesungguhnya orang itu termasuk golongan mereka. Sesungguhnya Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang zalim.” (QS Al Maidah [5]: 51).

Kemudian Allah mengancam dan memperingatkan bagi orang Mukmin yang melanggar larangan ini, "Barang siapa di antara kamu mengambil mereka menjadi pemimpin, maka sesungguhnya orang itu termasuk golongan mereka. Sesungguhnya Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang zalim.” (Tafsir Ibni Katsir, 3/132).

Islamofobia harus dihentikan. Solusinya tidak cukup hanya dengan memberikan penjelasan bagaimana ajaran Islam yang benar. Umat harus disadarkan, di balik istilah Islamofobia sesungguhnya ada rencana jahat untuk menjegal laju perjuangan Islam.

Dalam ayat lain Allah SWT menyebut orang yang membuat-buat kedustaan sebagai orang yang hendak memadamkan cahaya Allah, “Mereka ingin hendak memadamkan cahaya (agama) Allah dengan mulut (ucapan-ucapan) mereka, dan Allah tetap menyempurnakan cahaya-Nya meskipun orang-orang kafir benci. Dialah yang mengutus Rasul-Nya dengan membawa petunjuk dan agama yang benar agar Dia memenangkannya di atas segala agama, meskipun orang-orang musyrik benci.” (QS Ash Shaff [61]: 8).

Maksud ayat di atas adalah mereka berupaya menolak perkara yang hak dengan perkara yang batil. Perumpamaan mereka dalam hal ini sama dengan seseorang yang ingin memadamkan sinar mentari dengan mulutnya.

Hanya khilafah yang mampu menghentikan Islamofobia dengan nyata. Kebijakan yang ditetapkan negara akan memberantas tuntas para penyebar opini buruk tentang Islam. Mereka akan dikenakan sanksi yang tegas jika tidak menghentikannya. Wallahu a’lam bishshawab.[]


Oleh: Ima Isnawati, S.Pd
(Sahabat TintaSiyasi)

Catatan Kaki:

- https://kabar24.bisnis.com/read/20210608/19/1402581/islamofobia-merebak-di-kanada-4-anggota-keluarga-dibunuh-seorang-selamat
- https://news.detik.com/internasional/d-5598560/nestapa-sekeluarga-muslim-tewas-usai-diserang-di-kanada
- https://www.muslimahnews.com/2021/06/15/news-islamofobia-di-kanada-tingkatkan-kejahatan-rasial/
- https://www.muslimahnews.com/2020/11/18/islam-berkembang-islamofobia-meradang/
https://www.youtube.com/watch?v=a7py9O02wFc
- https://www.youtube.com/watch?v=ljdPBh6UiqU
- https://republika.co.id/berita/jurnal-haji/mancanegara/qvgvyr313/kasus-islamofobia-di-skotlandia-mengkhawatirkan
- https://ihram.co.id/berita/qvgvyr313/kasus-islamofobia-di-skotlandia-mengkhawatirkan
- https://www.muslimahnews.com/2021/07/05/news-islamofobia-di-skotlandia-menjadi-masalah-sehari-hari/

Posting Komentar

0 Komentar