UIY Beberkan Empat Prinsip Dasar Jurnalis Muslim


TintaSiyasi.com-- Cendekiawan Muslim Ustaz Muhammad Ismail Yusanto (UIY) membeberkan empat hal yang harus menjadi prinsip jurnalis Muslim. "Ada empat prinsip dasar yang harus dipegang oleh jurnalis Muslim, yaitu, konsep kebenaran, haqqi, tabligh, masalahah, dan wasathiyah," tuturnya kepada TintaSiyasi.com, Senin (7/6/2021).

Prinsip pertama, kebenaran (haq) digali dari ajaran Islam yang melarang untuk mencampurkan yang benar (haq) dengan yang (bathil). (Q.S. Al-Baqarah:42) 

"Mengutip kembali konsep khabar shadiq (kabar kebenaran) Islam, maka tampak bahwa kebenaran dalam Islam merujuk kepada kabar yang benar yaitu Al-Qur'an dan As-Sunnah," jelasnya.

Prinsip kedua, adalah tabligh. Tabligh berarti menyebabkan kebenaran dan kebaikan kepada publik. "Dalam konteks jurnalisme, tabligh berarti jurnalis harus berperan sebagai pendidik yang mempromosikan sikap positif kepada pembacanya dan mendorong mereka berbuat kebaikan," bebernya.

"Prinsip ini menyatu dengan sikap amar makruf nahi mungkar," imbuhnya.

Prinsip ketiga, maslahah, yang maknanya mencari kebaikan untuk publik. Hal ini, didasarkan pada hadis Rasulullah SAW yang mengajarkan agar kita mencegah kemungkaran dengan tangan, lidah, atau terakhir hatinya, sebagai tanda selemah-lemahnya iman.

Menurutnya, prinsip maslahah, memberikan sandaran bagi seorang jurnalis Muslim untuk memiliki sikap intervensionis dan partisipatif. 

"Jurnalis bukanlah sebagai pengamat yang menjaga jarak dan tidak terlibat. Jurnalis Muslim harus terlibat dalam wacana publik dan menjadi agen perubahan sosial di masyarakat," paparnya.

Prinsip keempat, adalah wasathiyah, yang maknanya adalah adil, sebagaimana disebut dalam Al-Qur'an surat Al-Baqarah ayat 143. Menurut Al-Sa'idi, umat yang wasath (pertengahan) dalam Al-Qur'an berarti adil dan sempurna agamanya.

Ia menjelaskan, bertindak adil (wasathiyah) sesuai petunjuk Al-Qur'an adalah dengan cara secara konsisten mengikuti hidayah (petunjuk) yang diajarkan oleh Allah SWT melalui Nabi-Nya Muhammad SAW dan ditransmisikan melalui para ulama yang shalih. "Washat (adil) dalam konteks jurnalisme berarti impartiality (ketidakberpihakan) dan fairness (keberimbangan)," pungkasnya.[] Achmad Mu'it

Posting Komentar

0 Komentar