Tokoh India Revisi Al-Qur'an, Ajengan YRT: Bentuk Nyata Penistaan Islam yang Tidak Bisa Dibiarkan



TintaSiyasi.com-- Menanggapi upaya salah satu tokoh di India Syed Waseem Rizvi merevisi Al-Qur'an, Khadim Ma'had Khadimus Sunnah Bandung Ajengan Yuana Ryan Tresna mengatakan itu adalah bentuk nyata penistaan kepada Islam yang tidak bisa dibiarkan.

"Ini adalah bentuk nyata penistaan kepada Islam yang tidak bisa dibiarkan," tuturnya kepada TintaSiyasi.com, Kamis (3/6/2021).

Ia mengatakan, adanya seorang Muslim yang begitu berani merevisi Al-Qur'an merupakan gejala dari liberalisasi di tubuh sebagian intelektual Muslim. "Lagi pula setahu kami aktornya adalah seorang syiah ya? Seorang penganut syiah yang liberal. Jadi ini terjadi karena memang arus liberalisasi," ujarnya.

Lebih lanjut, ia mengatakan perkara tersebut bukanlah hal yang baru, karena liberalisasi di dunia Islam di dalam tataran intelektual sudah sejak lama. "Yang ini memang sangat berani dan terlalu berani sampai menghapus apa? Dua puluh enam ayat dalam Al-Qur'an," ungkapnya.

Menurut Ajengan Yuana, upaya revisi Al-Qur'an tersebut tidak akan mebawa dampak yang begitu besar terhadap umat Islam. "Justru yang harus kita waspadai adalah arus pemikiran liberal ini yang kemudian terus dipropagandakan. Misalnya, nih kampus-kampus negeri atau kampus-kampus swasta di Indonesia," jelasnya.

Ia menjelaskan cara efektif bagi umat Islam dalam menjaga Al-Qur'an agar tidak ada lagi yang melecehkan atau menistakannya. Di antara cara tersebut adalah pertama, membacanya, kedua menghafalkannya, yang ketiga, adalah memahaminya, keempat adalah mengamalkannya, dan kelima adalah menegakkannya. 

"Lima hal yang akan dapat menjaga kesucian Al-Qur'an, maka siapa pun yang melecehkan, menista  Al-Qur'an bisa dihukum dengan hukuman yang sangat keras," pungkasnya.[] Rasman

Posting Komentar

0 Komentar