Staf Presiden Sebut Khilafah HTI Halalkan Kekerasan, Jurnalis: Fitnah Keji dan Menyesatkan!



TintaSiyasi.com-- Pernyataan Tenaga Ahli Utama Kantor Staf Presiden (KSP) Donny Gahral Adian yang menyebut “Ideologi khilafah yang dianut kelompok HTI adalah salah satu contoh ideologi transnasional radikal yang memecah belah: menghalalkan kekerasan dan menyebarkan ketakutan” dinilai Jurnalis Joko Prasetyo sebagai fitnah keji dan menyesatkan.  

“Itu fitnah keji dan menyesatkan!” tegas Om Joy, begitu sapaan akrabnya, kepada Tintasiyasi.com, Selasa (2/6/2021).

Menurutnya, fitnah keji dan menyesatkan tersebut sengaja dilakukan rezim dalam rangka melancarkan politik kambing hitam kepada Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) dan sekaligus menista salah satu ajaran Islam yakni khilafah. 

“Karena HTI itu secara konsisten mengkritik sistem kufur demokrasi dan rezim zalim yang menyengsarakan rakyat, juga secara konsisten memberikan berbagai solusinya dari sudut pandang Islam. Sedangkan oligarki dan kelompok fobia Islam tak mau rakyat menyadarinya, karena khawatir itu dapat menggulingkan mereka dari lingkaran kekuasaan yang berkelindan di rezim korup yang sekarang tengah berkuasa,” tegasnya.

Makanya, ungkap Om Joy, setidaknya sejak 2016, rezim secara sistematis, masif dan berkelanjutan melakukan politik kambing hitam tersebut. “Melalui berbagai persekusi dan kriminalisasi, mengeluarkan berbagai perpres radikal radikul dan merevisi UU Ormas, serta mengembangkan narasi fitnah keji dan menyesatkan. Omongan Donny Gahral Adian tersebut merupakan bagian dari narasi fitnah keji dan menyesatkan tersebut,” bebernya. 

Selain itu, Om Joy pun membeberkan tiga poin fakta sebenarnya tentang khilafah dan hal-hal yang diketahuinya terkait HTI. 

Pertama, khilafah adalah ajaran Islam di bidang pemerintahan, bukan ideologi. Menyebut khilafah memecah belah adalah penistaan terhadap ajaran Islam. Menurutnya, menyebut khilafah sebagai ideologi adalah keliru dan mengaburkan makna sebenarnya. Karena fakta sebenarnya khilafah adalah ajaran Islam di bidang pemerintahan. Jadi, yang lebih pas disebut ideologi ya Islamnya, bukan khilafahnya.    

“Mengapa rezim radikal sekuler intoleran kerap menyebut khilafah sebagai ideologi? Agar Muslim yang masih awam tak mengetahui khilafah adalah ajaran Islam di bidang pemerintahan. Soalnya, seawam-awamnya orang Islam, mestilah membela ajaran agamanya bila dinistakan,” tegasnya.

Ia juga menegaskan, khilafah tidaklah memecah belah, tetapi justru menyatukan kaum Muslim sedunia. Karena khilafah adalah kepemimpinan umum kaum Muslim sedunia, yang menerapkan syariat Islam secara kaffah serta menjadikan dakwah dan jihad sebagai asas politik luar negerinya.

“Justru kaum Muslim menjadi terpecah belah lebih dari 57 negara bangsa yang tak peduli satu sama lain pasca khilafah runtuh,” tegasnya.

Maka, ungkap Om Joy, selain merupakan fitnah keji dan menyesatkan, pernyataan Donny Gahral Adian juga tergolong penistaan Islam karena telah menista salah satu ajaran Islam yakni khilafah.

Kedua, HTI itu menganut ideologi Islam, bukan yang lain. Sebagai jurnalis yang kerap mewawancarai para petinggi HTI, membaca berbagai buku terbitannya dan meliput berbagai kegiatannya di lapangan, Om Joy mengaku paham betul ideologi yang dianut HTI. 

“Ideologi yang dianut HTI hanyalah Islam, bukan yang lain! Karena khilafah merupakan ajaran Islam, maka wajar saja HTI mendakwahkan kewajiban menerapkan khilafah. Apalagi menegakkan khilafah merupakan fardhu kifayah bahkan sebagian ulama menyatakannya sebagai tajul furudh (mahkota kewajiban) karena akan banyak syariat Islam tak bisa tegak tanpa adanya khilafah. Di samping itu, khilafah memang solusi yang tepat atas berbagai masalah yang timbul akibat diterapkannya sistem kufur demokrasi,” tegasnya. 

Ketiga, HTI tidak pernah melakukan tindakan kekerasan dan menyebarkan ketakutan. “Lihat saja, ketika gugatan pencabutan badan hukum perkumpulan (BHP)-nya ditolak PTUN, massa HTI malah sujud syukur, tidak ngamuk dan tidak ada satu fasilatas publik pun yang dirusak massa HTI. Mestinya itu kan merupakan momen yang paling pas untuk melakukan tindak kekerasan, karena jelas-jelas pencabutan BHP oleh rezim Jokowi benar-benar zalim! Tapi ya itu tadi, HTI itu menganut ideologi Islam, bukan yang lain,” tegasnya.

Om Joy yakin, siapa saja yang hadir pada hari itu, tak satu pun merasa takut pada HTI malah pastinya terharu. Karena meski mereka jelas-jelas terzalimi tetapi tetap bersabar berjalan dalam koridor Islam. 

“Nah, sujud syukur yang dilakukan massa HTI tersebut, menurut Jubir HTI, karena mensyukuri bahwa massa HTI tetap bersabar melawan kezaliman rezim, dan salah satu kezalimannya adalah dengan mencabut BHP tersebut,” bebernya.

Ia juga menyebutkan, sebelum rezim Jokowi mencabut BHP HTI, berbagai kegiatan HTI di berbagai daerah dipersekusi oleh ormas tertentu di berbagai kota di Jatim di Sulsel dan lainnya tetapi HTI tidak meladeninya. Siapa saja yang menyaksikan itu, mestilah tak akan takut pada HTI, tetapi mestilah akan merasa jijik dengan perbuatan oknum-oknum ormas tertentu tersebut. Anehnya, aparat kepolisian malah seolah membiarkan saja ormas tersebut melakukan tindakan yang melanggar hukum tersebut. 

“Bahkan Ketua HTI Purwokerto ketika mengadakan aksi solialisasi Masirah Panji Rasulullah (Mapara) ditonjok wajahnya hingga tersungkur oleh ormas tertentu, tidak melawan. Malah para aktivis HTI-nya yang dibawa ke kantor polisi dengan alasan menjaga keamanan para aktivis HTI tersebut. Tapi pelaku kekerasan dan penebar ketakutannya malah dibiarkan begitu saja alias tidak dibawa ke kantor polisi apa lagi diproses secara hukum,” ungkap Om Joy.

Menurut Om Joy, dari hasil wawancara para korban persekusi tersebut, terungkap, bahwa massa HTI itu bukannya tidak berani melawan massa ormas tertentu tersebut, apalagi sebagian dari massa HTI juga ternyata jago ilmu bela diri.

“Mereka tidak melawan itu ya, semata-mata ingin mencontoh Rasulullah SAW dan para sahabat ketika berdakwah di Makkah, ketika berdakwah di negara yang belum menerapkan syariat Islam secara kaffah. Mencontoh bagaimana sikap Rasul dan para sahabat ketika Bilal, keluarga Yasir dan lainnya dipersekusi dan disiksa. Islami banget kan?” pungkasnya.[] Munamah

Posting Komentar

0 Komentar