Penyelenggaraan TWK, Advokat: Modus Mutilasi Semesta terhadap KPK


TintaSiyasi.com -- Advokat Muslim Ahmad Khozinuddin S.H mengatakan bahwa Tes Wawasan Kebangsaan (TWK) yang diselenggarakan Komisi Pemberantasan Kosupsi (KPK), adalah bentuk mutilasi semesta terhadap KPK. 

“Desain daripada TWK itu memang punya tujuan pembersihan orang-orang bersih, dan penanda kematian KPK itu sendiri, Saya ada istilah menyebutkannya, mutilasi semesta terhadap KPK,” ujarnya dalam diskusi bertajuk TWK, Modus Operandi Pemberantasan Korupsi Kah? di kanal Youtube Pusat Kajian dan Analisis Data (PKAD), Rabu (02/06/2021).

Menurutnya, bukan hanya sebagai modus operandi untuk pemberantasan korupsi, melainkan untuk membunuh KPK. Karena menurutnya, dengan adanya TWK tersebut, terjadi pembersihan terhadap orang-orang yang masih memiliki kredibilitas di lembaga tersebut. 

"Kenapa? Karena orang-orang yang kredibel dan punya kemampuan menyidik yang luar biasa, hilang dari KPK. Selesai KPK," tegasnya.

Ia menilai, kalau sebelumnya hanya strukturnya yang dirusak, normanya yang diperlemah yang kemudian membuat KPK bertindak lebih banyak. Namun sekarang, sudah Sumber Daya Manusia (SDM) yang dibersihkan..

Ia menyebutkan bahwa dalam penyelenggaranan TWK tersebut, para pejabat yang konsisten atau relatif konsisten yang akan diamputasi. Karena, ungkapnya sudah terbukti dari beberapa kasus yang berhasil ditindak.

“Dalam konteks TWK ini, pejabat-pejabat KPK yang diamputasi ini dikenal orang yang konsisten. Relatif konsisten paling tidak ketimbang orang–orang yang memang di luar pegawai kepolisian atau di kejaksaan," ujarnya.

Ia menambahkan, ada yang mengatakan polisi itu KUHP (kasih uang habis perkara). Ia mengatakan bahwa ada istilah pameo hakim, "hubungi aku jika perkara ingin menang", pameo-pameo yang seperti itu menunjukkan kredibilitas lembaga–lembaga tadi.

"Tapi di KPK masih diberi kepercayaan. Itu juga terbukti dari beberapa kasus–kasus yang sudah berani diitindak meskipun saya lihat kasus–kasus tadi tetap saja tidak bisa kita katakan sebagai prestasi yang luar biasa,” katanya. 

Sebagai seorang advokat, ia juga menyebutkan bahwa pelemahan dan pembunuhan KPK bukan pada sekadar lewat TWK yang dampaknya adalah penyisiran orang-orang yang kredibilitas dan reputasinya sudah dikenal.

"Dengan TWK, mereka diamputasi dengan dalih tidak lolos tes yang tadinya berjumlah 75 orang lalu disasar lagi hanya 51 orang per November 2021. Serta akan bebas tugas secara permanen," paparnya.

Ia juga menjelaskan bahwa target beberapa bulan di tubuh KPK adalah pembersihan sisa-sisa perkerjaan, dokumen, tugas, dan kasus, sehingga diharapkan tidak lagi ada celah dari orang–orang yang dianggap tidak komitmen (dalam tanda kutip) dengan KPK.

"Dengan kata lain, tidak menyisakan berkas lagi yang bisa dijadikan manuver untuk melawan group Firli CS," pungkasnya. [] M.Siregar

Posting Komentar

0 Komentar