Pengamat Militer Ungkap Masalah Palestina Tak Lepas dari Kepentingan Negara-Negara Kapitalis



TintaSiyasi.com-- Pengamat Militer Marsekal Muda (Purn) TNI H. Amirullah Amin menilai bahwa kondisi penyerangan Israel terhadap Palestina tidak lepas dari kepentingan eksistensi negara-negara kapitalis. 

"Jadi sebetulnya, kondisi ini tidak lepas dari kepentingan eksistensi negara-negara (kapitalis) itu supaya ekonominya jalan. Gimana rasanya kalau pabrik-pabrik senjata itu tidak bisa menjual produknya? Ya, itu akan merugikan negara," tuturnya dalam Insight ke-29 Pusat Kajian dan Analisis Dara (PKAD): Palestina Urusan Kita atau Bukan? di saluran YouTube Pusat Kajian Analisis dan Data (PKAD), Senin (31/5/2021). 

Menurutnya, permasalahan di Timur Tengah bukanlah permasalahan yang bisa selesai begitu saja. Ia menerangkan, sepanjang sejarah perseteruan terjadi karena ada negara-negara Barat dan Timur yang berseteru. 

"Kalau kita bicara Timur itu berarti kita bicara komunis. Kalau kita bicara Barat itu kita bicara kapitalis, kolonialis, imperialis dan sebagainya," ungkapnya. 

Ibarat tukang parkir yang memiliki wilayah parkiran ataupun kartel yang memiliki wilayah penjualan dan berperang mempertahankan wilayahnya, Amirullah menerangkan, perseteruan yang terjadi di Timur Tengah tidak lepas dari negara-negara besar yang mempertahankan pasar senjata negaranya. 

"Nah, negara-negara besar, negara-negara industri pun begitu. Jadi, (itu) bagaimana mereka mempertahankan pasar-pasar senjata negaranya, mempertahankan hasil industri negaranya," terangnya. 

Lebih lanjut ia menjelaskan bahwa setelah kekalahan komunis, Rusia bisa dengan cepat bangkit dari keterpurukan dan terbebas dari utang karena hasil penjualan senjata. Ia juga mengungkapkan bahwa Perang Enam Hari (5–10 Juni 1967) antara Israel dan negara Arab tetangganya, merupakan pertandingan antara senjata Barat dan Timur. 

"Kan kita tahu bahwa Mesir itu pasarnya Rusia. Syiria itu pasarnya Rusia, Yordania juga demikian, pasarnya Rusia. Jadi kita ingat waktu perang enam hari itu, itu adalah pertandingan antara senjata Barat dan senjata Timur," ungkapnya. 

Ia menegaskan bahwa permasalahan di dunia tersebut terjadi karena adanya negara-negara besar yang ingin menguasai dunia. 

"Jadi, semua itu adalah masalah bagaimana orang-orang ini (negara-negara besar) mengendalikan dunia supaya mereka bisa menguasai, mengontrol manusia-manusia yang ada di dunia ini," pungkasnya.[] Saptaningtyas

Posting Komentar

0 Komentar