Pemerintah Batalkan Haji 2021, Pakar: Ada Misteri yang Harus Dijelaskan



TintaSiyasi.com-- Menanggapi pembatalan jamaah haji Indonesia 2021 Pakar Pendidikan Islam, Dr. Riyan M.Ag. menyatakan ada misteri dari kedua pemerintahan antara Indonesia dengan Kerajaan Saudi Arabia yang harus dijelaskan.

"Saya ingin memberikan kata kunci itu terkait adanya misteri yang harus dijelaskan dari kedua belah pihak, Pemerintah Arab Saudi dan Indonesia," tuturnya dalam kajian siyasi Ada Apa Dibalik Batal Haji dan Meruginya BUMN? di kanal Youtube Ngaji shubuh, Senin (07/06/2021).

Ia menilai, persoalan pembatalan haji tahun 2021 erat kaitannya dengan persoalan diplomasi, antara Pemerintah Indonesia dengan Pemerintah Kerajaan Saudi Arabia.

"Ada apa sebenarnya yang terjadi saat ini, sehingga sampai bulan Juni menurut berita resmi yang dikeluarkan Kemenag RI (kementrian agama Republik Indonesia), tidak ada kejelasan informasi dari pemerintah Arab Saudi," tuturnya.

Ia melanjutkan, sikap pemerintah Arab Saudi itu sudah jelas, tidak mempersoalkan terkait dengan kuota, adanya covid, termasuk didalamnya faksin yang digunakan di Indonesia dan lain-lain namun justru pemerintah Indonesia membatalkan pemberangkatan jamaah haji 2021.

"Ini kan menimbulkan berbagai spekulasi yang sebenarnya terkait tentang diplomasi," imbuhnya.

Selanjutnya, ia juga mengkhawatirkan tidak adanya public strast ( kepercayaan publik) terhadap apapun yang terjadi, yang akhirnya pemerintah malah tidak dipercaya sebagai pemberi informasi utama.

"Inilah misteri apa yang terjadi dari pengelolaan haji untuk tahun ini dan juga pada tahun-tahun sebelumnya," bebernya.

Menurutnya, perlu diperhatikan dengan baik fakta-fakta yang ada, bahwa telah terjadi sesuatu yang sebenarnya tidak sehat, karena kedua belah pihak khususnya dari pihak yang memiliki otoritas untuk mengatakan secara jelas apa yang sebenarnya terjadi. Ia menilai sangat kelihatan sekali, dari kedua belah pihak saling mengunci.

"Cara-cara seperti ini seolah-olah kita terjebak pada lingkaran setan yang sebenarnya setannya itu bisa kita putus yaitu putuskan atau berhentikan sistem ekonomi kapitalistik, agar pengelolaan kebijakan termasuk untuk haji tidak terjebak pada keharaman," tandasnya.[] Faizah

Posting Komentar

0 Komentar